Hidayatullah.com– Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Bachtiar Nasir atau UBN mengungkapkan, ada tiga agenda utama GNPF pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H.
Pertama, terangnya, penguatan “ruhiyah 212”. Hal itu karena pada awalnya spirit umat berangkat dari Surat Al-Maidah ayat 51 untuk kebaikan bangsa dan negara.
“Ini akan kami rawat,” ujarnya kepada Islamic News Agency (INA) di Kantor AQL Center, Jakarta, Jum’at (14/07/2017).
Kedua, sambungnya, memperkokoh kembali ukhuwah Islamiyah. Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI ini menilai, setelah masa Aksi 212 beberapa waktu lalu, gelombang umat agak sedikit berantakan.
“Dan ini menjadi tugas kami mempersatukan kembali. Supaya persatuan umat Islam untuk kebaikan bangsa dan negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika tentunya, akan senantiasa terjaga,” ungkapnya.
Bachtiar meyakini, ketika ukhuwah Islamiyah umat Islam Indonesia dapat dijaga, maka akan berefek kepada persatuan Indonesia.
Baca: GNPF: Kami Tidak Mengadvokasi di Luar Ulama dan Aktivis Islam
Terakhir, yang menjadi agenda GNPF saat ini, kata dia, adalah membantu para ulama dan aktivis Muslim yang saat ini menghadapi problem hukum.
“Kami harus bernegosiasi agar mereka semua dikeluarkan. Sebab mereka itu adalah saudara-saudara dan bagian dari gerakan kami yang harus dibela,” pungkasnya.*