Hidayatullah.com– Pakar Lingkungan, Khalid Muhammad, mengatakan, kelanjutan pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta sangat membahayakan banyak pihak. Pembangunan reklamasi akan berdampak pada perubahan arus laut terhadap 13 sungai yang melalui teluk Jakarta. Sebab diyakini kecepatan arus laut akan tertahan oleh berbagai material yang ada di sekitar pulau.
“Menurut kajian, kegiatan reklamasi ini sama sekali tidak layak, akan ada perubahan arus laut yang berdampak pada 13 sungai di Jakarta dan kemungkinan akan semakin menumpuknya logam berat di teluk Jakarta dan ada juga yang meneliti bahwa akan terjadi penurunan yang sangat mendasar terutama untuk penghasilan nelayan,” ujar Khalid dalam wawancara di Jakarta, Kamis (02/11/2017) lansir RRI.co.id.
Baca: WALHI: Reklamasi akan Lahirkan Krisis Baru, Pemerintah Harus Hentikan
Untuk itu Khalid berharap pemerintah dapat mengkaji kembali putusan kelanjutan pembangunan reklamasi di Teluk Jakarta.
“Banyak aspek harus dikaji, karena ini menyangkut kehidupan banyak pihak,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menyelesaikan proses reklamasi Teluk Jakarta untuk pulau buatan yang telanjur sedang dibangun, yakni Pulau C dan D, dari 14 pulau yang termasuk dalam proyek.
Menurut JK, keputusan untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada telah dibicarakan pemerintah pusat dan DKI Jakarta atas dasar pertimbangan efisiensi.
Sebab kata JK, membongkar reklamasi yang sudah berjalan dapat memakan biaya yang lebih besar dan merusak keindahan tata kota.
Baca: Bangsa Betawi Akan Musnah jika Reklamasi Terus Berjalan
Meski demikian, JK menegaskan reklamasi Teluk Jakarta untuk pulau-pulau yang baru tidak akan dilanjutkan. Namun, untuk reklamasi yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan.*