Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) akan mengadakan kegiatan dialog kepada kelompok-kelompok yang ditengarai menyimpang di tengah masyarakat.
Dialog tersebut dalam rangka agar kelompok-kelompok dimaksud bisa kembali ke jalan yang benar (ruju ilal haq).
Demikian salah satu program kerja prioritas MUI Jatim yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Jatim dan MUI Kabupaten/Kota se-Jatim di Asrama Haji, Sukolilo Surabaya, Jatim, Kamis-Jumat (23-24/11/2017).
Baca: MUI Jatim Dorong Semua Provinsi Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah
Program prioritas lainnya adalah menyelenggarakan kegiatan dialog/mudzakarah lintas ormas dan lembaga keislaman, lembaga dakwah, dan majelis taklim, tentang pentingnya membentengi akidah masyarakat.
Kemudian, program kaderisasi dai dengan mensosialisasikan pedoman dakwah MUI, melalui koordinasi dan kerja sama dengan ormas Islam dan lembaga keislaman. Kader-kader itu kemudian akan diterjunkan di lingkungan masing-masing.
“Membuat rintisan dakwah melalui kegiatan safari dakwah dengan memanfaatkan kader-kader yang sudah terbentuk di masing-masing ormas Islam dan lembaga keislaman,” poin program lainnya sebagai hasil pembahasan dalam sidang Komisi A Bidang Pemantapan Aqidah, diketuai oleh Prof Dr Nur Ahid dan sebagai Sekretaris Sukamto.
Selanjutnya, MUI Jatim juga akan mengadakan penuntasan program peta dakwah MUI Kab/Kota. “Sebagai panduan untuk merencanakan pola dakwah efektif, sinergis, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Lalu, membuat perencanaan dakwah berbasis peta dakwah dengan melakukan penajaman sesuai dengan kondisi/karakter masing-masing daerah.
Membuat rintisan dakwah kepada para mualaf khususnya di daerah minoritas Muslim dan memantapkan jalinan koordinasi dakwah antar kabupaten/kota di seluruh Jatim, sebagai program prioritas lainnya.
Baca: Ada Usaha Benturkan Umat, MUI Jatim Ajak Jaga Ukhuwah Islamiyah
Acara rakerda dihadiri 38 MUI daerah/kota, urusan ormas-ormas Islam sebagai Jatim. Acara dibuka Ketua MUI Jatim KH Somad dan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).
Dalam sambutannya, Gus Ipul meminta MUI juga mengkaji fenomena dunia maya dan peran dakwah menghadapi era siber.*