Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

ICW Berharap Jokowi-JK Lebih Memperhatikan Penanganan Korupsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Desember 2017 14:02 2:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Desember 2017 14:02
Bagikan
Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan, pada acara peluncuran buku dan diskusi publik “Mengajar untuk Perubahan, Pedagogi Kritis di Ruang Kelas” bertempat di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (05/12/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menilai, penguatan dan perhatian dalam pemberantasan korupsi pada era Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) masih kurang.

Hal itu disampaikan sebagai refleksi akhir tahun soal pemberantasan korupsi selama 2017 ini.

“Kami punya catatan terkait pemberantasan korupsi era Presiden Jokowi, banyak hal yang harus dilihat, komitmen langkah belum kongkret termasuk penguatan aparat penegak hukum pada segala lini,” ungkap Ade kepada hidayatullah.com ditemui di sela-sela acara peluncuran buku dan diskusi publik “Mengajar untuk Perubahan, Pedagogi Kritis di Ruang Kelas” bertempat di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Baca: Sekolah dan Guru Diharapkan Melahirkan Generasi Anti Korupsi

Ade menyebutkan, korupsi mencakup beberapa hal yaitu korupsi politik, korupsi birokrasi, dan korupsi di penegak hukum.

Terkait kepuasan terhadap pemberantasan korupsi, bagi ICW tidak memuaskan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Meski banyak hal positif yang dilakukan era Jokowi seperti Satgas Anti Pungli, tapi banyak juga sisi hal yang cenderung diabaikan, contohnya konflik KPK dengan polisi, jika tidak ada tekanan dari publik maka pemerintah agak lambat,” terangnya.

ICW berharap, di sisa pemerintahan Jokowi tidak hanya konsen pada pembangunan infrastuktur, tetapi lebih diperhatikan adalah penanganan korupsi.

“Mestinya pemberantasan korupsi sejalan dan seiring upaya penguatan ekonomi dan infrastuktur, dan menjadi hal yang prioritas dari yang lain kalau mau memastikan kesejahteraan rakyat,” tegas Ade.* Zulkarnain

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ade Irawanbudaya korupsiDeputi Koordinator ICWICWIndonesia Corruption WatchIndonesia Corruption WatchmJokowiJokowi-JKkomisi pemberantasan korupsiKorupsiKPKpembangunan infrastrukturpemberantasan korupsiPlh Deputi Pencegahan KPKPresiden Joko Widodorefleksi akhir tahun 2017Wapres Jusuf Kalla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat: Indonesia Harus Menolak Ide Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Tulisan selanjutnya Soal Editorial Metro TV, Pimpinan GNPF: Biar Masyarakat Menilai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?