Hidayatullah.com– Setidaknya 4 santri Pesantren Abu Hurairah, Pulau Sapeken, Madura hilang dan satu orang dipastikan meninggal ketika perahu yang mereka tumpangi diterpa ombak ganas dalam dalam perjalanan dakwah menuju Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang hari Kamis, (08/03/2018).
Rombongan menaiki perahu yang memuat sekitar 34 santri tenggelam di perairan tersebut dan mengenggelamkan seluruh penumpangnya. belasan orang selamat namun 4 dan satu santri tidak tertolong.
“Musibah yang tak terelakkan ini adalah musibah dakwah. Santri-santri itu adalah calon dai yang bermaksud mengasah indra dakwah mereka. Setiap sekali sepekan santri-santri itu dengan semangat tinggi melakukan program safari dakwah sejak tahun 1981 yang berlanjut tugas pengabdian dipelbagai pulau dan daerah terpencil. Hari ini Allah Subhanahu Wata’ala menguji mereka,” terang Waris Fakhruddin salah satu pengasuh santri-santri tersebut kepada hidayatullah.com.
Baca: Kisah Tim SAR Hidayatullah Mencari Santri Terseret Ombak di Pantai Garut
Ia juga menyampaikan duka sangat mendalam dari Ponpes Abu Hurairah atas kejadian naas tersebut dan yang meninggal didoakan menjadi syahid.
Saat kejadian berlangsung, Ustadz Ad-Dailamy Abu Hurairah, Pimpinan Pesantren tersebut yang pernah diangkat, sedang melaksanakan umroh.
Peristiwa tersebut berawal saat Sahrudin pemilik perahu didatangi dua orang santri laki-laki, pada Kamis (08/03/2018), sekira pukul 12.00 Wib, dan meminta tolong untuk diantarkan ke Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang, dalam rangka safari dakwah.
Baca: Sebelum Terseret Ombak di Garut, Santri SMP Diakui Tidak Sedang Berenang
Pukul 14.15 Wib, semua penumpang berikut Sahirudin berangkat dari pinggir pantai Dusun Bukut, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, menuju Desa Tanjung Kiaok, Pulau Sepanjang.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 mil, tepatnya disebelah barat Pulau Saredeng Besar, Desa Sasiil, perahu mengalami kemiringan (miring) ke arah kiri sehingga beberapa penumpang jatuh ke laut.
“Selanjutnya beberapa penumpang dan juru mudi melakukan pertolongan dengan dibantu nelayan yang mengetahui kejadian tersebut,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukit, Jumat (9/3/2018) dikutip laman suaraindonesia-news.*/Sirajuddin Muslim