Hidayatullah.com– Ikatan Ulama Diaspora Palestina mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rangka menyampaikan rasa terima kasih terhadap institusi wadah ulama, zuama, dan cendekiawan tersebut atas dukungannya terhadap pembebasan Palestina.
Silaturahim tersebut diterima langsung oleh Wasekjen MUI Pusat bidang Luar Negeri, Ustadz Zaitun Rasmin, di ruangannya, lantai 2 kantor MUI, Jakarta, Jumat (23/03/2018).
Zaitun mengatakan, dalam silaturahim itu para ulama Palestina menyampaikan rasa terima kasih kepada MUI atas dukungan yang luar biasa terhadap bangsa Palestina.
“Baik itu menyangkut kemarin ada demonstrasi besar-besaran (Aksi Bela Palestina di Jakarta, Red), maupun sikap MUI yang mengirimkan surat kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan terutama juga sikap Ketua Umum MUI,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai pertemuan.
Zaitun menambahkan, dukungan MUI dan umat Islam Indonesia secara keseluruhan sangat memberikan semangat bagi bangsa Palestina. Hal itu diharapkan bisa menjadi pintu masuk untuk dukungan-dukungan yang lebih besar dari ulama-ulama di Indonesia untuk Palestina.
“Karena bagaimanapun kondisinya masih sangat memprihatinkan di sana. Diharapkan ada hal-hal yang bisa membantu umat Islam di Palestina, khususnya di Al-Quds tempat Masjidil Aqsha, kondisinya sangat memerlukan dukungan dan bantuan dari umat Islam seluruh dunia,” jelasnya.
Baca: Syeikh Nawwaf Takruri: Membela Palestina Bentuk Integritas Keimanan
Zaitun menegaskan, bagi MUI persoalan Palestina adalah masalah yang sangat penting, dan merupakan kewajiban terhadap Masjidil Aqsha dan bangsa Palestina yang terjajah.
Karenanya, sambung dia, MUI memandang wajib bagi MUI dan bangsa Indonesia untuk membantu bangsa Palestina. Selain dikarenakan bangsa Palestina juga selalu memberikan dukungan terhadap bangsa Indonesia. Terutama di awal-awal masa kemerdekaan dahulu.
“Jadi MUI insya Allah akan berusaha semaksimal mungkin memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan di sana,” tandas Zaitun.*
Baca: Bela Palestina, MUI Pimpin ‘Aksi Terbesar Sepanjang Sejarah di Indonesia’