Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Setahun Kasus Penyerangan Novel, Jokowi Didesak lagi Bentuk TGPF

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2018 17:40 5:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 April 2018 22:44
Bagikan
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/02/2018) siang, setibanya dari Singapura.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pada 11 April 2017 lalu, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, diserang orang tak dikenal sepulangnya ia dari shalat subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Setahun pasca kejadian itu, kasus ini tak kunjung terungkap siapa pelaku dan apa motifnya.

Pada Rabu (11/04/2018), sejumlah aktivis anti korupsi terkhusus Tim Advokasi Novel Baswedan menggelar aksi pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel itu di depan Istana Negara, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Advokasi Novel Baswedan sekali lagi mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

“Satu tahun ini bukan waktu yang pendek. Waktu yang sangat panjang, dan harus segera Jokowi mengambil sikap. Ini menunjukkan bagaimana mental negara kita menyelesaikan satu masalah,” ujar Yansen Dinata, Koordinator Amnesty Muda, Amnesty International Indonesia lansir Antara.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Jokowi Masih Bergeming atas Penyerangan Novel

Selain itu, Tim Advokasi Novel Baswedan juga menelaah, dalam sejumlah kasus kriminal lain, maka kepolisian lazimnya mengeluarkan bukti rekaman CCTV yang terkait dengan tindak pidana sehingga mendapatkan informasi dari masyarakat.

Hal ini, menurut dia, berbeda dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan. Karena Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak mengeluarkan hasil rekaman televisi pemantau (CCTV) yang berada di rumah Novel, sekitar kompleks perumahan, dan juga jalan yang diduga dilalui oleh pelaku.

“Kita sudah kecewa terhadap polisi, yang sudah kita anggap gagal dalam mengungkap pelaku aktor penyerangan Novel Baswedan,” ujar Yansen.

Untuk itu, Yansen mengatakan, Presiden Jokowi harus membentuk serta menentukan mandat selanjutnya bagaimana setelah TGPF direalisasikan.

“Tapi, dengan awal pembentukan TGPF, saya rasa ini adalah awal salah satu bentuk Presiden berkomitmen dalam pemberantasan korupsi dan penerapan keadilan bagi masyarakatnya,” ujarnya.

Ia menimpali, “Kalau tidak ada tanggapan berarti kita bisa nilai sendiri bagaimana posisi Jokowi terhadap keadilan di Indonesia.”

Baca: Pengacara: Kapolri Berutang Mengungkap Penyerangan Novel

Sementara Novel kembali menyatakan, pembentukan TGPF penting untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap dirinya yang belum terungkap.

“Mengenai TGPF saya sudah menyampaikan ke publik dan saya kira pesan itu kemudian direspons oleh Presiden. Presiden menyampaikan hal itu bahwa menunggu dari Polri, saya berpikir TGPF ini penting untuk melihat apakah betul ucapan saya bahwa ada banyak fakta-fakta yang tidak diungkap,” ujar Novel yang juga didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Novel mendatangi gedung KPK atas undangan dari Wadah Pegawai KPK dalam rangka memperingati satu tahun peristiwa penyerangan air keras terhadap Novel pada 11 April 2017 lalu.

Baca: Sambut Novel, Abraham Minta KPK Ajukan Pembentukan TGPF

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, menyatakan, institusi itu tetap ingin secepatnya orang yang menyerang Novel harus segera ditemukan.

“Seperti yang sering saya sampaikan apa yang dialami Novel itu tidak segini-gininya yang saya alami. Artinya, bisa terjadi juga hal ini terhadap siapa saja yang memberantas korupsi di Indonesia. Oleh sebab itu kasus ini harus diselesaikan secara baik dan harus ketemu. Bagaimana caranya pokoknya harus ketemu, secepatnya tentu akan lebih baik,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#NovelPulangair kerasDahnil Anzar SimanjuntakJokowikasus korupsiKetua Umum PP Pemuda Muhammadiyahkomisi pemberantasan korupsiKorupsiKPKNovel BaswedanNovel Baswedan Disiram Air KerasNovel PulangPemuda Muhammadiyahpenegakan hukumPenyidik KPKPolriPolri-KPKPresiden Joko WidodoTGPFTGPF kasus NovelTim Gabungan Pencari Fakta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Didesak Mulai Awasi Ketat Penjualan Bahan Baku Miras Oplosan
Tulisan selanjutnya DPR: Bank Muamalat Perlu Didorong Berkembang Lebih Maju

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?