Hidayatullah.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku, NU tidak hanya menjaga keselamatan dan keutuhan geografi atau wilayah negara Indonesia, tapi juga keselamatan budayanya.
Ia pun berpesan bahwa jika belajar ke Barat, maka pulang ke Indonesia jangan membawa budaya Barat seperti menenggak minuman keras (miras).
Baca: Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Ahok akan Budaya Santun Bangsa Indonesia
“Saya sering katakan, silakan sekolah kuliah di Amerika, Australia, Eropa, tapi pulang jangan bawa khamr. Pulang jangan bawa tradisi sarapan minum khamr. Tetap nasi goreng sarapannya. Pulang dari Amerika, Australia bawa ilmunya, bawa teknologinya. Jangan bawa sarapan bir,” tegasnya.
Untuk apa menjaga geografi, kata Said, kalau budayanya telah hancur.
Ia mengungkapkan, martabat sebuah bangsa adalah budayanya. Kalau budayanya hancur, maka bangsa tidak ada lagi artinya.* Andi
Baca: Perkembangan Peradaban Bangsa Berkaitan Dengan Tingkat Budaya Baca