Hidayatullah.com– Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan, kurang harmonisnya suasana kebatinan umat Islam saat ini dikarenakan penguasa atau rezim yang tidak mengerti sejarah.
Fadli yang juga Doktor Program Studi Sejarah FIB Universitas Indonesia mengungkapkan, seseorang jika tidak mengerti masa lalu maka tidak mengerti masa kini. Dan orang yang tidak mengerti hari ini, maka tidak bisa merancang masa depan.
Karenanya, ia memandang, maraknya ‘kriminalisasi’ kepada ulama dan aktivis Islam, penistaan agama, munculnya Perppu Ormas, serta diskriminasi pemberantasan hoax disebabkan penguasa yang tidak mengerti sejarah dan bagaimana menempatkan umat Islam di Indonesia.
Baca: Perbaiki Cara Pandang Keindonesiaan-Keislaman, Sejarawan Sarankan Revisi Kurikulum Sejarah
“Kalau ada kekuasaan yang melihat umat Islam itu malah dipinggirkan dan menjadi sebuah ancaman bahkan dianggap akan menjatuhkan NKRI, pasti tidak mengerti sejarah,” ujarnya dalam acara Indonesia Leader Forum (ILF) bertema ‘Sejarah Pergerakan Islam dan Masa Depan Bangsa’ di Hotel Bidakara, Jakarta, semalam, Kamis (26/04/2018).
Padahal, terang Wakil Ketua DPR RI ini, sejarah menjelaskan bahwa gerakan nasionalisme di Indonesia pelopornya adalah umat Islam.
“Itu diakui oleh sejarawan-sejarawan Barat. Bahwa kebangkitan nasionalisme di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan umat Islam, seperti ketika merebut kemerdekaan sampai sekarang dan seterusnya,” paparnya.
Termasuk pembentukan NKRI di antaranya pembuatan UUD 1945 hingga Mosi Integral Natsir sebagai Ketua Fraksi Partai Masyumi pada 3 April tahun 1955.
“Jadi peran tokoh-tokoh Islam sangat sentral meskipun kita tidak menafikan tokoh-tokoh lain,” tandasnya.
“Ironisnya hal itu tidak terefleksi sebagaimana seharusnya, umat Islam seolah menjadi ancaman dan diperlakukan kurang adil,” pungkas Fadli.*
Baca: Kelompok Pengajian Warga Indonesia di Belanda Ulas Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam