Hidayatullah.com– Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mengungkapkan sangat berduka atas serangan bom pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (13/05/2018) yang menelan sedikitnya belasan korban jiwa dan 41 korban luka-luka.
Mardani berhadap aktivitas teror ini menjadi serangan yang terakhir di indonesia.
“Indonesia berdukacita atas insiden teror di Surabaya, saya sendiri sangat berduka terhadap korban insiden ini,” ujar Mardani dalam pernyataannya di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Ahad.
Baca: PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Terorisme dari Akarnya
Wakil Ketua Komisi II DPR ini sangat mengutuk keras pelaku dan aktor bom Surabaya dan berhadap pemerintah cepat meningkatkan kewaspadaan atas kejadian seperti ini di tempat lain.
“Saya mengutuk keras kepada siapapun yang dengan sengaja merencanakan teror ini! Pemerintah jangan lengah dan jangan membiarkan hal ini terulang kembali!” ujarnya.
Lebih jauh, Mardani berharap pemerintah juga harus mewaspadai politisasi insiden teror ini.
“Saya berharap pemerintah mewaspadai politisasi isu insiden bom Surabaya ini,” katanya.
Penggagas gerakan #2019GantiPresiden itu juga mendesak pemerintah cepat tanggap menyelesaikan kasus-kasus tersebut, melalui penegakan hukum.
Kerja intelejen dinilainya sangat penting untuk membuka tabir dimana dan siapa akar masalah ini. Sehingga tidak hanya memunculkan framming yang menjelekkan Islam.
“Pemerintah tidak boleh kalah terhadap insiden ini, fokuskan kinerja untuk mencari akar permasalahan insiden ini, maksimalkan tugas satgas anti teror yang sudah dibentuk,” pungkasnya.*