Hidayatullah.com– Website resmi hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) infopemilu.kpu.go.id sempat diretas peretas baru-baru ini, setelah sebelumnya layanan pada situs online tersebut ditutup sementara.
Saat hidayatullah.com mengakses laman tersebut pada Selasa (03/07/2018) siang sekitar pukul 14.40 WIB, pada laman tersebut muncul tampilan foto Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi disertai tulisan:
“Kehadiran BSSN Dipimpin DJOKO SETIADI Adalah Kegagalan . DJOKO SETIADI Tidak paham dunia IT. Jangan Sok-Sokan dan BELAGU. PECAT DJOKO SETIADI ! PASUKAN DJOKO SETIADI SANGATLAH LEMAH.”
Laman tersebut dipenuhi layar putih, berbeda dengan kondisi normal dimana warga oranye mendominasi sebagai latar belakang (background).
Baca: Layanan Hitung Cepat di Situs KPU Tak Diaktifkan Sementara, Kenapa?
Sementara itu, saat diakses pada Selasa sore sekitar pukul 16.45 WIB, tampilan laman tersebut sudah berubah.
Terlihat tampilannya sudah kembali seperti saat layanan pada website itu ditutup sementara, dengan latar belakang oranye polos.
Terdapat logo KPU di bagian tengah, serta di bawahnya tulisan penjelasan resmi dari KPU:
“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan.”
Sebelumnya, Polri mengaku tim sibernya ikut memantau laman infopemilu.kpu.go.id menyusul adanya peretasan yang dilakukan para peretas terhadap sistem di KPU.
Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, KPU terus melakukan perbaikan sistem. Sementara Polri mencari dalang peretasan tersebut.
“Kami dari Direktorat Siber juga ikut memantau siapa-siapa ini yang main. Kami sudah tahu lah,” ujar Setyo di Jakarta, Senin (02/07/2018) kutip Kompas.com.
Baca: DPP HMPI Ajak TNI-Polri Bersikap Netral Mengawal Pilkada
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyesalkan terjadinya peretasan situs KPU sejak akhir pekan lalu, yang membuat hasil penghitungan Pilkada Serentak 2018 tak bisa diakses oleh publik.
Fadli menilai KPU dan pemerintah tak mampu menjamin keamanan suara rakyat dari serangan siber.
“Adanya peretasan situs KPU di tengah momen krusial Pilkada Serentak 2018 menunjukkan pengamanan situs KPU sangatlah lemah. Apalagi, sesudah lewat beberapa hari, kasus peretasan itu belum juga bisa ditangani seratus persen,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Senin (02/07/2018).
“KPU dan pemerintah menanganinya secara amatiran dan tak serius,” tambahnya.*