Hidayatullah.com– Kabar sejumlah relawan Hilal Merah Indonesia (HILMI) sayap pergerakan Front Pembela Islam (FPI) yang terjebak tanah longsor dalam upaya mereka membantu korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng) dibenarkan oleh pihak DPP FPI.
“Shahih (benar),” jelas Damai Hari Lubis dari DPP FPI kepada hidayatullah.com singkat saat dikonfirmasi semalam, Sabtu (20/10/2018).
Para relawan itu terjebak longsor tadi malam. Tak lama kemudian dikabarkan bahwa para relawan yang sempat terjebak tanah longsor itu akhirnya selamat.
“Alhamdulillah, Tim Relawan HILMI-FPI yang sempat mengalami longsoran tanah saat perjalanan menuju Desa Tomodo dikabarkan selamat dan berhasil kembali menuju posko induk di Palu,” dilaporkan akun resmi HILMI-FPI @hilmi_fpi sekitar pukul 22.30 WIB.
Baca: [Breaking News] Relawan FPI dikabarkan Terjebak Longsor di Sulteng
Informasi kejadian itu awalnya disampaikan oleh Koordinator Tim Medis HILMI FPI Dr Robby H sebagaimana diteruskan pihak FPI kepada hidayatullah.com semalam.
Para relawan dikabarkan terjebak longsor dalam perjalanan mereka dari Kota Palu, Sulteng, menuju Kabupaten Sigi.
Saat itu, tim relawan HILMI FPI yang bergerak ke Desa Tomodo, Kecamatan Lindu, Sigi, berangkat dari Posko Induk FPI di Palu pada pukul 08.00 waktu setempat.
“(Lalu kami) mengalami kendala tertimpa tanah longsor akibat hujan deras sehingga tidak bisa maju ataupun mundur, beberapa relawan tertimbun dan pingsan,” sebutnya.
Kemudian, pada pukul 21.46 WITA, rombongan FPI lainnya dipimpin langsung oleh Ketua DPD FPI Sulteng, Sugianto Khaemudin, meluncur ke daerah tersebut untuk mencoba memberikan pertolongan. Mereka menggunakan 8 unit sepeda motor.
Baca: Milad ke-20, Inisiator #2019GantiPresiden Doakan FPI Istiqamah
“Di posisi lainnya di jalur yang sama, berjarak 3 km dari tim relawan HILMI FPI Palu, tim relawan HILMI FPI Kalsel baru saja meminta bantuan dari tim relawan HILMI FPI Palu, bahwa mereka juga tertimbun longsor. Menurut laporan sementara beberapa relawan pingsan juga. Sekali lagi mohon doanya,” sebutnya semalam.
Penelusuran hidayatullah.com di saluran resmi HILMI FPI, Ahad (21/10/2018), kabar kejadian tersebut juga disampaikan.
“Saat ini, saya beserta para Laskar FPI yang akan menembus TKP, terhalang hujan dan berhenti di salah satu rumah Pangda Sulteng, di Desa Dolo sambil menunggu hujan reda. Kondisi tim yang tertahan memang belum bisa keluar, karena cuaca hujan dan longsoran yang menghalangi jalan,” terang Sugianto Khaemudin saat dikonfirmasi Senin malam (21/10/2018) kutip laman resmi HILMI FPI, Ahad dinihari.
Dia juga berujar, tim yang tertahan memutuskan untuk beristirahat di tempat yang aman sambil menunggu pagi. “Insya Allah jika hujan reda kami akan terus menelusuri dan menemukan mereka paling tidak dekat dengan lokasi kejadian,” katanya saat itu.
Baca: Kemkominfo Akui dan Apresiasi Peran Relawan FPI di Sulteng
Saat itu, lanjut Sugianto, dirinya beserta 8 orang Laskar FPI tengah berada di puncak usai melewati perjalanan sejauh lebih kurang 15 km untuk mencapai desa Lindu.
“Sehingga kami sedikit-sedikit beristirahat, karena beberapa tempat yang tertimbun longsor yang kami lewati banyak pepohonan yang tumbang, adapula pohon bambu yang menghalangi perjalanan, namun sudah berhasil kami singkirkan,” imbuhnya.
Namun, kata Sugianto, ada salah satu pohon tidak bisa disingkirkan lantaran diameternya sangat besar dan berat. Sementara dirinya hanya membawa sebilah golok, sehingga tidak bisa menembus pohon tersebut.
“Terpaksa motor kami miringkan untuk bisa melewati rintangan tersebut. Namun kami masih belum tahu, longsoran apalagi yang berada di depan, hingga saat ini kami masih tetap berjalan menuju lokasi. Mohon doanya dari seluruh anggota HILMI FPI se-Indonesia, mudah-mudahan kami selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala,” harapnya.
Baca: TASK Hidayatullah: Evakuasi Mayat, Distribusi Logistik, Pelayanan Medis Pengungsi
Sebagai informasi, lanjutnya, bahwa anggota FPI yang dipimpin oleh Dokter Syaiful sudah berada di tenda pengungsian dan dalam keadaan aman.
“Cuma memang tidak bisa melewati kendaraan karena kami saja yang dari posko utama cukup sulit melewati ini dan mobil yang kami bawa juga tidak bisa melewati. Kami hanya menggunakan 4 buah motor dengan jumlah Laskar FPI berjumlah 8 orang,” tuntasnya.*
Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media