Hidayatullah.com– Wali Kota Depok Mohammad Idris turut memperingati Hari Santri Nasional 2018 yang cukup semarak di kota dengan ikon Belimbing ini. Lulusan SMP–SMA Pondok Modern Gontor ini mengingatkan nilai-nilai penting dalam peringatan Hari Santri Nasional.
“Saya katakan Hari Santri Nasional ini bukan sekadar menampilkan sosok santrinya. Tapi substansinya adalah bagaimana kita bisa menghidupkan di negara yang kita cintai ini pemimpin-pemimpin yang memiliki nilai-nilai santri,” kata Wali Kota Idris.
Hal tersebut dipesankannya di hadapan para santri saat membuka Festival Hari Santri Nasional (Hasan) yang diselenggarakan oleh Sekolah Pemimpin Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Ahad (21/10/2018).
“Kalau hanya menampilkan sosok santrinya, pemimpin yang nggak pernah nyantren, nanti kalau diundang nggak pernah datang. Syukur-syukur Alhamdulillah, saya pernah nyantren,” selorohnya.
Baca: 12 Santri Mandailing Natal Meninggal Diterjang Banjir Saat Belajar
Wali Kota lalu mencontohkan soal simbolik dan nilai-nilai substantif dari peringatan Hari Santri Nasional, ini seperti lebaran Idul Adha yang sering disebut lebaran haji.
“Yang belon haji enggak memperingati Hari Raya Idul Adha. Alasannya, saya belon haji. Ini pemahaman yang keliru juga,” imbuhnya disambut tawa hadirin.
Dalam pada itu, Wali Kota mengapresiasi gelaran yang diselenggarakan Sekolah Pemimpin MA Pondok Pesantren Hidayatullah Depok ini.
“Sederhana tapi penuh kemuliaan dan keceriaan karena diikuti oleh para santri dan guru yang akan membawa keberkahan bagi bangsa dan negara serta bagi dunia yang diisi oleh yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala,” katanya.
Baca: Lumpuhkan Begal, Santri Madura Terima Penghargaan dari Polisi
Ia pula mengucapkan terima kasih kepada Hidayatullah Depok yang terus berjuang dari mulai permulaan berdirinya hingga saat ini.
“Alhamdulillah saya menyempatkan tahun 2000-an datang ke pusat Hidayatullah di Balikpapan bersama dengan ustadz dan dai yang ada di sana. Dan situlah saya banyak belajar tentang makna perjuangan dari ustadz dan santri serta pengasuh yang ada di sana,” ujarnya.
Umara’ yang juga lulusan Universitas Imam Mohammad Ibnu Daud Gassim, Saudi Arabia, ini memuji kreatifitas panitia penyelenggara yang menurutnya membuat singkatan inovatif Hari Santri Nasional menjadi Hasan.
“Festival Hasan ini merupakan singkatan inovatif. Biasanya HSN, ini singkatannya jadi Hasan. Hasan, Hari Santri Nasional. Ini bisa diusulkan ke Presiden nanti untuk namanya dirubah nanti menjadi Hasan. Usulan dari Hidayatullah,” ujarnya disambut aplaus hadirin.
Baca: Hari Santri Nasional, Mengingatkan “Resolusi Jihad” Bela NKRI
“Hasan ini merupakan sebuah pengingatan pada kita semuanya terhadap kiprah dan kepada yang lebih substantif lagi, nilai-nilai kepesantrenan,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu Wali Kota Idris memberikan paket hadiah berupa uang tunai kepada pemenang perlombaan. Adapun perlombaan dalam festival ini adalah Musabaqah Hifdzul Qur’an (MHQ), Marawis Beregu, dan Pidato. Festival ini diikuti oleh sejumlah pondok pesantren dari Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.*