Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyampaikan, masyarakat harus dicerdaskan agar bisa membedakan mana bendera tauhid dan mana bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Kalau bendera HTI, ada tulisan HTI-nya, kata dia.
“Seperti Soeharto. Dia harus bisa membedakan mana Soeharto yang dagang kambing di tanah abang dan mana yang mantan presiden,” ujarnya mengumpakan saat ditemui hidayatullah.com, usai konferensi pers kemarin di kantor MUI, Jakarta.
Dia setuju dengan ide Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas yang mengusulkan bendera itu semestinya dibakukan di tingkat dunia, supaya orang tidak sembarangan mengklaim bendera itu punya satu kelompok.
“Sehingga akhirnya simbol-simbol umum itu jadi simbol khusus kelompok dan mereduksi value (nilai) dari universal value jadi local value,” kata dia.* Andi