Hidayatullah.com– Menurut pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), secara umum kondisi masyarakat di Sulawesi Tengah yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi sudah kondusif.
Kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB perekonomian masyarakat mulai berjalan normal, sinyal telekomunikasi dan internet telah pulih. Pelayanan listrik PLN sudah mencapai 97 persen.
Namun demikian pemerintah mengakui masih ada sejumlah daerah yangkulawi terisolasi.
“Empat kecamatan di Kabupaten Sigi meliputi Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Titikor masih agak terisolir karena akses menuju daerah tersebut tertimbun longsor kembali sejak 21/10/2018,” ujar Sutopo dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com, Ahad (28/10/2018).
Baca: Pengungsi Sigi Cari Bantuan Lewat Facebook, Relawan Datang
Hujan deras menyebabkan longsor dan banjir di wilayah tersebut. Upaya membuka daerah dengan membersihkan material longsor dengan alat-alat berat masih dilakukan. Akses jalan dilakukan dengan buka tutup.
“Kendaraan truk berbadan sedang yang mampu mengangkut logistik 3 ton ke atas tidak dapat melalui jalan tersebut. Untuk droping bantuan, heli MI-8 BNPB masih dioperasikan. Sebanyak 18 kali penerbangan dengan membawa logistik sebanyak 32,7 ton sudah didistribusikan,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, akibat longsor, sejumlah relawan terjebak tanah longsor dalam upaya mereka membantu korban bencana di Sulteng.
Para relawan itu terjebak longsor pada Jumat (20/10/2018) malam Sabtu. Tak lama kemudian dikabarkan bahwa para relawan yang sempat terjebak tanah longsor itu akhirnya selamat.
Sementara itu, kata Sutopo, dalam penanganan pasca bencana, menurut Sutopo, pembangunan huntara terus dilakukan, baik yang dibangun pemerintah maupun dari berbagai pihak.
Masyarakat sekitar pantai di Parigi Moutong mulai kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mengungsi pada sejak 26/10/2018.
“Adanya hoax atau isu menyesatkan yang disebarkan banyak pihak bahwa akan terjadi gempa dan tsunami besar pada 26-28/10/2018 menyebabkan ribuan masyarakat yang tinggal di pantai mengungsi ke daerah-daerah yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Baca: Kerugian-Kerusakan Sulteng Rp 18,48 T, 2.086 Orang Meninggal
Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media