Hidayatullah.com—Miliarder asal Thailand pemilik Leicester City FC tewas ketika helikopter yang ditumpanginya jatuh di bagian luar stadion usai menyaksikan pertandingan, demikian dikonfirmasi pihak klub.
Vichai Srivaddhanaprabha, dua orang stafnya, pilot dan seorang penumpang tewas ketika helikopter yang mereka tumpangi jatuh hari Sabtu (27/10/2018) sekitar pukul 20:30 BST.
Para saksi mengatakan helikopter baru saja lepas landas dari Stadion King Power sebelum berputar-putar dan jatuh disertai suara ledakan dan kobaran api.
Ribuan buket dan syal diletakkan para penggemar klub sepakbola di luar stadion sebagai ungkapan belasungkawa.
Kepolisian Leicestershire mengatakan korban tewas diyakini terdiri dari Vichai Srivaddhanaprabha pemilik klub, dua staffnya bernama Nursara Suknamai dan Kaveporn Punpare, pilot Eric Swaffer dan seorang penumpang wanita bernama Izabela Roza Lechowicz yang juga diketahui juga berprofesi pilot.
Superintendent Steve Potter dari kepolisian setempat mengatakan pihak berwenang akan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kecelakaan tragis itu.
“Sepertinya akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menuntaskan pekerjaan yang perlu dilakukan dan benar-benar membereskan lokasi kecelakaan tragis ini. Selama waktu itu kami meminta baik media maupun masyarakat menahan diri untuk tidak berspekulasi perihal kecelakaan tersebut,” imbuhnya seperti dikutip media Inggris Mirror Ahad (28/10/2018).
Vichai Srivaddhanaprabha baru mengumumkan donasi 1 juta pound kepada rumah sakit di dekat stadion Royal Leicester Infirmary sebelum tewas. “Dia seorang miliarder, seorang pria yang sangat kaya dan sukses,” kata wartawan BBC Leicester Ian Stringer yang meliput acara tersebut. “Tetapi juga rendah hati dan menyenangkan,” imbuhnya.
Diperkirakan menguasai kekayaan $3,8 miliar, Srivaddhanaprabha merupakan pemilik perusahaan ritel bebas pajak King Power International Group, jaringan toko duty-free terbesar di Thailand.
Dia membeli Leicester City FC pada tahun 2010 dengan harga 39 juta pound, menyelesaikan utang-utangnya dan mendongkrak klubnya ke papan atas empat tahun kemudian.
Namun, orang terkaya keempat di Thailand itu dikenal sangat tertutup dan sangat jarang bersedia diwawancarai.
Koresponden BBC Jonathan Head mengatakan King Power didirikan Srivaddhanaprabha pada tahun 1989 dan menjadi besar seiring dengan meningkatnya industri pariwisata Thailand 20-30 tahun terakhir.
Srivaddhanaprabha yang beretnis China, memiliki empat anak yang semuanya terlibat mengelola King Power, seperti kebiasaan orang-orang China mengelola perusahaan milik keluarga.
Dia sangat senang tinggal di Inggris dan sangat menikmati gaya hidup yang disokong dengan uangnya yang melimpah. “Dia adalah seorang penggemar berat minuman anggur berkualitas, dia senang berjudi dan sangat menyukai kuda,” kata Head.
“Dia sering tampak bersama dengan orang-orang dari kaum bangsawan Inggris, mengikutsertakan putra-putranya dalam pertandingan polo. Dia sangat menyukai gaya hidup kalangan atas di Inggris,” tambah Head.
Sejak menjadi pemilik Klub Leicester City FC, Srivaddhanaprabha kerap mendatangkan biksu-biksu Thailand untuk memberikan pemberkatan kepada para pemainnya sebelum bertanding, supaya mereka beruntung.*