Hidayatullah.com– Para wartawan yang ingin mengabadikan kondisi terkini lokasi terdampak tsunami di Tanjung Lesung diminta segera meninggalkan pantai.
“Air bakal kembali naik,” jelas beberapa petugas sembari meminta para wartawan untuk tidak memaksa masuk ke arena Tanjung Lesung Resort, hotel mewah tempat grup Seventeen terakhir kali manggung.
Bahkan, sejumlah wartawan yang telah masuk arena resort diminta untuk buru-buru keluar. Beberapa mobil petugas dan relawan juga terlihat buru-buru keluar.
Sementara pencarian korban yang hilang akibat tsunami hingga Selasa siang masih terus dilakukan di Tanjung Lesung. Beberapa warga yang ditemui INA News di wilayah belakang Tanjung Lesung Resort, masih terlihat mondar mandir di sekitar lokasi bencana.
“Masih ada dua warga sini yang belum ditemukan,” kata Bayu, salah seorang warga saat ditemui INA News Selasa siang.
Kedua warga yang hilang itu adalah seorang bayi dan seorang dewasa. Total jumlah korban meninggal di daerah tersebut, kata Bayu, tujuh orang. Jenazah mereka ditemukan di semak-semak berjarak sekitar 100 meter dari pinggir pantai.
Malam kejadian itu, cerita Bayu, memang terdengar suara dentuman keras sekali. Lalu mungcul gelombang besar setinggi 6 meter menerjang pantai. Lima rumah dan warung yang berada di pinggir pantai wilayah itu langsung rata dengan tanah. Gelombang itu pula yang menghantam panggung Seventeen yang berada tak jauh dari sana.
“Yang mau ke sini hati-hati barusan ada erupsi (Gunung) Anak Krakatau. Itu yang membuat gelombang tinggi kembali terjadi,” ujar salah seorang wartawan yang sedang meliput di lokasi, sekitar pukul 13.36 WIB.
Sebelumnya, BMKG telah menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi untuk tanggal 23-26 Desember 2018. Menurut BMKG, tinggi gelombang 1,25 meter – 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, termasuk Selat Sunda bagian selatan.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisisr sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” ujar Kepala Sub Bidang Analisa dan Prediksi Meteorologi Maritim BMKG, Zairo Hendrawan, dalam surat peringatannya diterima hidayatullah.com baru-baru ini.* (Mahladi/INA News)
Baca: Korban Tsunami Jadi 373 Meninggal, 1.459 Luka-Luka, 128 Hilang