Hidayatullah.com– ‘Kesalahan input’ data oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) terjadi berulang-ulang. Kejadian ‘salah input’ kembali misalnya terjadi di Maluku Tengah.
Ketua KPU Maluku Tengah, Abdussamad Ningkeula, beralasan salah input, lalu memohon maaf lewat status Facebooknya, Jumat (19/04/2019).
Ningkeula mengaku telah terjadi kesalahan saat memasukkan data C1 di situs sistem penghitungan suara (Situng) milik KPU.
Ia pun melakukan klarifikasi ke masyarakat dan pendukung paslon capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Baca: Bawaslu Temukan Petugas KPPS Coblos Sendiri Sisa Surat Suara di Serang
Ceritanya begini. Pada hari Kamis (18/04/2019) pukul 18.57 WIT, operator Situng melakukan pembukaan amplop dokumen C1 (formulir C1-KWK) yang berisi perolehan suara tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Di atas amplop itu tertulis Kecamatan Kota Masohi, Kelurahan Lesane TPS 6. Akan tetapi, isi di dalam amplop ini adalah lampiran C1 punya Kelurahan Namasina TPS 6.
Kemudian, pada pukul 19.15 WIT, operator baru menyadari bahwa data yang diinput pada Kelurahan Lesane TPS 6 merupakan informasi yang semestinya diinput pada Kelurahan Namasina TPS 6.
Operator pun berusaha menghubungi operator Situng pusat untuk unlock dan me-reset informasi itu.
Baca: KPU Bantah Ada Kecurangan, Akui Kesalahan Data Hasil Pilpres
Di TPS 6, Kelurahan Lesane, paslon Prabowo-Sandi meraih sebanyak 99 suara. Tapi, berhubung yang diinput adalah TPS 6, Kelurahan Namasina, Prabowo-Sandi cuma 5 suara, sedangkan paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 149 suara di Situng KPU RI.
“Pukul 22.00 WIT, setelah kami berusaha berkoordinasi ke Situng pusat baru bisa diperbaiki kesalahan informasi itu. Sehingga dapat kami laporkan bahwa data yang seharusnya diinput pada lokasi data kelurahan Namasina TPS 6 sudah kami perbaiki,” kata Ningkeula kutip INI-Net.