Hidayatullah.com– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, hanya oknum-oknum tertentu yang melakukan penjarahan, pembakaran, bahkan pembunuhan saat terjadinya kerusuhan di Wamena pada Senin (23/09/2019) lalu.
Oleh karena itu, Wiranto meminta para pengungsi dari Wamena dan Ilaga, Papua, agar tidak menganggap semua orang Papua berperilaku jahat.
“Kalau kemarin ada kekacauan, itu bukan dilakukan oleh masyarakat Papua yang mau hidup berdamai dan sebenarnya suka bersahabat, tapi oleh oknum-oknum tertentu. Tujuannya mau mengacau dan memisahkan kita antarsuku.
Jadi, jangan menganggap semua orang Papua jahat, tidak. Itu hanya perbuatan oknum-oknum tertentu saja,” ujar Wiranto ketika menemui para pengungsi Wamena dan Ilaga di Hotel Rimba Papua Timika, Rabu (09/10/2019).
Selain bertemu para pengungsi, Wiranto juga bertemu sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama (para pendeta), dan tokoh-tokoh adat Papua untuk mengajak mereka menjaga kerukunan dan kedamaian di antara semua orang yang hidup dan bermukim di Papua.
Wiranto mengaku, ia membawa rombongan cukup besar dari Jakarta ke Papua, termasuk sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Kerja atas perintah langsung Presiden Joko Widodo, untuk melihat dan menemui para pengungsi yang berada di Wamena, Jayapura dan Timika.
Mantan Panglima ABRI era 1990-an itu hadir di Timika bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.
“Kehadiran kami untuk menyerap pemikiran dan harapan para pengungsi untuk dilaporkan kepada Presiden, sebagai bahan kebijakan agar ke depan lebih menjamin keamanan di Papua dan Papua Barat. Ke depan TNI dan Polri bisa menggelar kekuatan untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat, tidak hanya kepada masyarakat Papua tapi juga masyarakat pendatang,” sebutnya kutip Antaranews.
Wiranto mengatakan, kini aparat kepolisian sedang melakukan pengejaran kepada para pelaku kerusuhan di Wamena maupun pelaku penembakan terhadap sejumlah warga sipil di Ilaga.
“Tokoh-tokoh mereka sedang dikejar untuk mempertanggungkawabkan perbuatannya itu,” sebutnya.
Menurutnya, pemerintah akan segera memperbaiki toko, ruko, dan rumah-rumah penduduk serta fasilitas umum yang dirusak dan dibakar di Wamena.
Ia pun mengajak para pengungsi agar bisa segera kembali ke Wamena dan Ilaga setelah situasi keamanan di dua daerah itu pulih kembali.
Wiranto mengaku bertemu dengan para pengungsi di Wamena dan Sentani dan berbicara dari hati ke hati.
“Kebanyakan mereka sebenarnya ingin tetap tinggal di Papua untuk melanjutkan kehidupan dan pekerjaan mereka. Saya berharap warga dari luar Papua bisa hidup bersama dengan masyarakat asli Papua, bersama-sama membangun satu kehidupan yang damai dan rukun,” sebutnya.
Untuk menciptakan kehidupan bersama yang dicita-citakan, katanya, maka perlu ada jaminan keamanan oleh aparat TNI dan Polri terutama di daerah-daerah yang sempat terjadi kekacauan di Papua beberapa waktu lalu.*