Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

TIDI: Perlawanan Terhadap Radikalisme Motifnya Kenyataan Politik atau Komoditas Politik

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 November 2019 13:29 1:29 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 November 2019 13:29
Bagikan
Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Arya Sandhiyudha (dua dari kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com– Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI), Arya Sandhiyudha menanggapi usulan Presiden Joko Widodo untuk menggunakan “manipulator agama” sebagai ganti istilah radikalisme.

“Setuju saja, yang terpenting memang kalau kita mau menjaga Pancasila mesti konsisten menentang radikalisme,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Sabtu (02/11/2019).

Persoalannya, menurut Arya Doktor lulusan Turki ini, “konsistensi kita sendiri dalam melawan radikalisme mesti dasarnya keseriusan dan kepandaian. Benar-benar fokus menghadapi radikalisme sebagai “kenyataan politik”, bukan “komoditas politik”. Sebab kalau salah, justru bisa back fire terhadap Pemerintah dan menciptakan ill-feel di masyarakat.”

Baca: Anggota DPR: Kasihan Rakyat Indonesia Dijejali Isu Radikalisme

Jadi, tambahnya, kalau tiba-tiba diganti istilah “manipulator agama”, jangan hanya manipulator agama.

“Sebab itu terkesan yang sebenarnya dilawan bukan radikalisme dalam semua tipe yang merupakan ‘kenyataan politik’, tapi simply bisa terkesan tujuannya hanya untuk ‘komoditas politik’, menyiptakan ketakutan terhadap lawan yang dibesarkan sendiri secara imajinasi,” tambah Arya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut penerima Master bidang Studi Strategis dari Rajaratnam School of International Studies RSIS Nanyang Technological University NTU ini, radikalisme banyak tipenya, bukan hanya radikalisme keyakinan keagamaan, banyak tipe lain berbasis motifnya.

Baca: Islam dan Radikalisme

“Radikalis kanan di US misalnya itu identik oposisi/kontra terhadap sosialis, komunis, marxis, anarkis, demsos, progresif, liberalis. Sementara, ada radikalis kanan yang awalnya di Eropa, dikenal dengan ciri ekstremis nasionalis, nativis ideologis, dan cenderung pada pendekatan otoritarian; secara praktik mereka mengambil bentuk sebagai fasis, Nazi, ultranationalis, chauvinis, xenophobik serba anti pendatang, rasis, dan lain-lain.

Apabila demikian yang dibayangkan tentang radikalisme, jadi lebih utuh sebagai ‘kenyataan politik’ dan kelihatan serius jaga Pancasila untuk menjaga keseimbangan fakta keragaman spektrum Kita. Jangan dipersempit dengan imajinasi tunggal: manipulator agama saja. Itu ‘komoditas politik’ namanya,” pungkasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaArya Sandhiyudhakomoditas politikmanipulator agamapolitikradikalradikalismeTIDI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertama Kali di Dunia, Dubai Luncurkan “Fatwa Maya”
Tulisan selanjutnya Konfirmasi Kematian Baghdadi, ISIS Umumkan Pemimpin Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?