Hidayatullah.com– Dalam tiga tahun terakhir sekitar 20 orang masyarakat Wamena memeluk agama Islam. Hal ini diungkap oleh Kepala KUA Distrik Wamena, H Adnan Yelipele SHi MA. Katanya, ketika proses pengucapan dua kalimat syahadat mereka datang ke KUA, sekaligus untuk mendapatkan sertifikat telah masuk Islam.
“Bagi mereka ini penting untuk menunjukkan bahwa identitas mereka telah berubah menjadi seorang Muslim,” ujar Adnan Yelipele saat dijumpai hidayatullah.com di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Lebih lanjut, pria asli Suku Dani Wamena ini menjelaskan, dari jumlah tersebut, tak lebih dari 10 orang berasal dari masyarakat asli pegunungan tengah Wamena. Meski masih terbilang kecil, Adnan masih bersyukur masih ada masyarakat asli yang menerima hidayah Islam.
“Tantangannya adalah bagaimana kita membina membina keislaman mereka secara baik, dengan kondisi alam pegunungan yang kadang sulit untuk dijangkau,” terang pria lulusan magister hukum Islam dari UIN Jakarta.
Banyak hal yang membuat hidayah Islam masuk dalam hati mereka. Adnan mendapatkan itu langsung dari mereka saat mengutarakan keinginan masuk Islam kepada dirinya. Kata Adnan, ada yang mengaku mendapatkan ketenangan setelah mempelajari Islam. Ada juga yang disebabkan karena kagum dengan melihat sikap seorang Muslim yang baik.
“Tapi sebagian besar yang masuk Islam itu dikarenakan karena mendapatkan pemahaman tentang Islam,” terang Adnan yang juga tak menampik ada yang masuk Islam karena alasan pernikahan.
Meski dengan alasan pernikahan pun, Adnan tetap menghimpun mereka dalam kelompok mualaf yang harus mendapatkan pembinaan.
Secara berkala, aku Adnan, ia berinisiatif untuk membina mereka dalam pengajian dan mengunjungi rumah mereka untuk memotivasi dalam hal keislaman.
“Mereka yang memeluk Islam, kita berupaya memberikan hadiah berupa pakaian Muslim, al-Qur’an, serta buku panduan shalat dan belajar Islam,” ulas Adnan yang juga seorang dai yang sering menyampaikan Islam di pegunungan tengah Wamena.
“Semoga kita bersinergi untuk bagaimana mengumpulkan bantuan untuk mengadakan buku panduan shalat, buku belajar Islam, dan juga pakaian Muslim untuk hadiah para mualaf,” pungkas Adnan.* Ahmad Damanik
Artikel ini bekerjasama dengan program Dompet Dakwah Media