Hidayatullah.com– Beberapa waktu lalu sempat beredar video yang viral merekam kegiatan Natal salah satunya di Gereja Kristen Jawi Wetan. Dalam video tersebut, terlihat wanita berhijab seperti muslimah tampak ikut mengisi rangkaian Natal dengan menari.
Selain itu, ada peristiwa sejumlah penari sufi ikut memeriahkan perayaan Natal di Gereja Santo Vincentius, Malang, Jawa Timur.
Dalam Tausiyah Refleksi Akhir Tahun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan soal adanya umat Islam yang terlibat dalam perayaan Natal di beberapa daerah di Indonesia.
“MUI prihatin atas pelibatan warga masyarakat beragama Islam dalam kegiatan ibadah Natal atau dalam rangkaian ibadah Natal di gereja. Sebagaimana muncul di video yang viral di berbagai media sosial,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Nadjamuddin Ramly di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).
MUI menilai hal itu bukanlah sebuah bentuk perwujudan toleransi antar umat beragama.
“Hendaknya tetap ada garis batas yang tegas antara menjaga hubungan baik antar warga negara dengan kegiatan ibadah agama masing-masing pemeluk agama,” terang Nadjamuddin.
Atas dasar itu, MUI mengimbau umat Muslim Indonesia untuk menahan diri dan tidak menghadiri acara ibadah agama lain. Ia juga mengimbau agar umat Islam tidak melaksanakan kegiatan seni budaya agama Islam Indonesia dalam acara agama lain.
“Marilah kita menunjukkan toleransi kerukunan antarumat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam bentuk melakukan gotong royong di lingkungan. Dan bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kedamaian di lingkungannya,” urainya.* Abdul Mansur J