Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Eks ISIS, GP Ansor Kritik Pemerintah Pakai Data CIA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Februari 2020 22:22 10:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2020 22:16
Bagikan
Yaqut Cholil Qoumas
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas mengkritik sikap pemerintah terkait warga negara Indonesia (WNI) mantan simpatisan kelompok teror ISIS.

Bahkan, Yaqut mengaku tidak habis pikir, kenapa pemerintah menggunakan data CIA dalam membahas masalah ISIS. Padahal pemerintah punya agen intelijen, yaitu BIN dan BAIS milik TNI.

“Menkopolhukam ngomong berdasarkan data yang diberikan CIA ada sekian ratus WNI yang jadi kompeten ISIS. Itu kan menurut saya ini kayak menafikan lembaga intelijen yang kita punya,” ujar Yaqut saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di bilangan Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (12/02/2020) kutip RRI.co.id.

Baca: Saran Sekum Muhammadiyah kepada Pemerintah soal WNI Eks ISIS

Lebih jauh, Yaqut mengaku curiga ada semacam konspirasi tertentu terkait wacana pemulangan eks kombatan ISIS. Sebab, sudah rahasia umun kalau salah satu produsen terorisme adalah Amerika.

“Jangan-jangan data ini data mainan saja. ya kita enggak tahu karena ini yang ngomong CIA,” kata, lantas menilai penting melakukan profiling atas sekian ratus orang mantan WNI yang menjadi kombatan ISIS.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Maksudnya, dianalisis secara mendalam profil masing-masing orang sebab mereka juga tidak bisa digeneralisir. Mantan simpatisan ISIS yang mungkin dipulangkan, bisa saja dipulangkan. Tapi kalau tidak ada profiling, maka tidak usah dipulangkan sekalian daripada jadi masalah di Indonesia.

Baca: TIDI Minta Jokowi Menimbang Segala Aspek Soal Eks ISIS

Selain itu, Ketum GP Ansor juga menilai sikap pemerintah tidak tegas terkait eks ISIS-er, meskipun pemerintah telah membatalkan pemulangan bekas WNI eks simpatisan ISIS. Yaqut menilai apa yang dikatakan pemerintah itu terkesan bersayap.

“Ada satu pertanyaan, kalau mereka pulang sendiri gimana? Atau difasilitasi organisasi yang lain itu bagaimana? Apa sikap pemerintah, kemarin itu tidak dijelaskan,” kata Yaqut.

Yaqut juga mengatakan, selain tidak memulangkan eks simpatisan ISIS, pemerintah harus menjelaskan apakah akan menghalangi mereka pulang, baik secara sukarela, ataupun atas fasilitasi organisasi atau kelompok lain.

Yaqut menilai sejauh ini pemerintah cuma mencoba memadamkan api dalam situasi terancam teroris seperti ISIS. Ia menilai pemerintah tidak pernah mencari sumber apinya di mana. “Pemerintah selalu terlambat. Tak ada tindakan preventif,” sebutnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CIAGP ansorISISterorismeWNIWNI eks ISISYaqut Cholil Qoumas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saran Sekum Muhammadiyah kepada Pemerintah soal WNI Eks ISIS
Tulisan selanjutnya Zulkifli Hasan Minta Seluruh Kader PAN Bersatu Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?