Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fahira Minta Sekolah Ramah Anak Dijadikan Program Prioritas

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Maret 2020 17:01 5:01 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 Maret 2020 16:54
Bagikan
Anggota DPD RI Fahira Idris di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan bahwa kekerasan di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian semua pihak. Belakangan ini, sejumlah video kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebar luas di masyarakat.

Misalnya, yang terjadi di salah satu SMK di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kondisi ini, kata Fahira, tentu sangat memprihatinkan semua pihak.

Padahal, sekolah dan institusi pendidikan sejatinya adalah tempat bagi siapa saja, terutama anak-anak, untuk menjadi manusia seutuhnya. Sehingga, anak-anak berani mengubah penindasan menjadi keadilan, ketertinggalan menjadi sebuah peradaban, dan kekerasan menjadi kedamaian.

“Sebenarnya kita sudah punya konsep dan formulasi yang menurut saya cukup efektif dan komprehensif yaitu Sekolah Ramah Anak (SRA). Dengan berbagai penyempurnaan, hemat saya, SRA bisa diperluas implementasinya dan dijadikan program prioritas untuk menekan dan menghentikan kekerasan di sekolah,” ujar Fahira Idris di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dalam pernyataannya, Rabu (11/03/2020).

Baca: Tawuran Pelajar, KPAI: Guru Harus Punya Media Sosial

Fahira mengatakan, selain di Indonesia, persoalan kekerasan baik verbal, fisik, bahkan seksual di sekolah juga menjadi tantangan di banyak negara di dunia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahkan katanya banyak negara menjadikan persoalan ini sebagai program prioritas demi menekan dan menghilangkan aksi kekerasan yang terjadi di sekolah.

Beberapa negara, jelasnya, sudah berhasil menekan aksi kekerasan di sekolah, yaitu dengan memformulasikan cetak biru pendidikan anti-bullying. Formulasi ini berisi kerangka kerja terperinci sebagai landasan kebijakan, sasaran, strategi, hingga kepada detail kegiatan serta teknis pelaksanaan. Dalam hal ini, sekolah menjadi yang terdepan mengimplementasikannya.

Fahira menilai, SRA yang digagas sejak tahun 2014 dan sudah diimplementasikan sejumlah sekolah sangat efektif menekan bahkan menihilkan angka kekerasan di sekolah.

Formulasi SRA yang ada saat ini dinilai cukup komperhesif. Mulai dari konsep, komponen, tujuan, hingga tahapan pembentukan (persiapan; pelaksanaan; perencanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan).

Selain sekolah diwajibkan menjadi sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri, dan nyaman, komponen penting dari SRA ini, katanya, yaitu mengedepankan partisipasi anak dan mengutamakan kolaborasi mulai dari orangtua, lembaga masyarakat, dunia usaha, stakeholder lainnya, bahkan hingga alumni.

Baca: KPAI: Kekerasan Kasus Pelanggaran Hak Anak Tertinggi

Fahira memaparkan, konsep perlindungan peserta didik SRA, lebih luas dari sekadar mencegah terjadinya kekerasan di sekolah, baik antarsiswa, guru dengan siswa ataupun sebaliknya, atau orangtua murid dengan guru.

Ini karena SRA bertujuan menciptakan iklim kehidupan di sekolah yang sama sekali tak ada kekerasan.

Dalam SRA, masih lanjutnya, peserta didik dilatih dan digerakkan hatinya dengan pembiasaan- pembiasaan yang positif sehingga tidak menjadi pelaku kekerasan. Bahkan, terhindar dari perilaku buruk lainnya seperti merokok dan narkotika.

Menurutnya, semangat SRA adalah menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas yang memang menjadi kunci untuk menghentikan kekerasan di sekolah.

Oleh itu, berbagai instansi terkait terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Pemerintah Daerah, dinilai perlu duduk bersama guna melakukan percepatan implementasi SRA.

Fahira menilai, di Indonesia masih sedikit sekolah yang menyandang status SRA, padahal ini jawaban persoalan kekerasan di sekolah.

Ia berharap, “Mudah-mudahan semua stakeholder terkait tergerak untuk melakukan percepatan SRA di semua sekolah yang ada di Indonesia.”*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPD RIFahira Idriskekerasan dalam pendidikansekolahsekolah ramah anakSRA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban 1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya
Tulisan selanjutnya Ketua MPR Ajak Bersama-sama Atasi Wabah Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?