Hidayatullah.com– Muhammadiyah akan meresmikan Museum Muhammadiyah pada November 2020. Sebelumnya, Museum Muhammadiyah akan diresmikan pada Juni lalu, namun karena pandemi Covid-19, peresmian itu dimundurkan.
Museum Muhammadiyah mengusung tema yang akan terus diperbarui dalam periode waktu tertentu agar tidak membosankan. Museum Muhammadiyah juga menampilkan perjuangan Muhammadiyah di tingkat daerah, nasional, hingga sebarannya di 24 negara.
Museum ini pun memberikan fasilitas bagi para akademisi yang melakukan penelitian hingga kelompok kesenian yang ingin berkreasi.
Museum Muhammadiyah berada di kompleks kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Museum setinggi 5 lantai ini pembangunannya dimulai pada 2017, peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Museum ini akan mengusung misi besar Muhammadiyah merebut tafsir sejarah.
Museum Muhammadiyah akan dibuka untuk umum dengan membawa wajah baru bagi museum modern yang edukatif, rekreatif, berbasis teknologi virtual-digital sekaligus ramah anak, perempuan, dan difabel.
Museum digagas sebagai etalase sejarah dan dinamika pergerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah di masa lalu, masa kini, dan rencana Muhammadiyah di masa mendatang.
“Akan banyak mengadopsi teknologi modern untuk memvisualisasikan museum. Semua teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa sendiri,” kata Aris Winarno selaku Tim Ahli Museum Muhammadiyah dalam Covid Talk kemarin kutip website resmi Muhammadiyah, Rabu (22/07/2020).
Dalam kesempatan terpisah, menurut Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, dinamika perjuangan Muhammadiyah sejak 1912, termasuk keterlibatan Muhammadiyah dalam berbagai momen penting nasional, harus dirawat agar generasi yang akan datang bisa melihat Muhammadiyah secara utuh.
“Perjalanan panjang Muhammadiyah menorehkan sejarah penuh dengan perjuangan yang luar biasa. Melahirkan karya-karya monumental yang hari ini bisa kita rasakan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lain-lain, termasuk dalam bidang literasi Suara Muhammadiyah (majalah tertua di Indonesia) masih hidup,” sebutnya pada Senin pekan ini.
Menurutnya, museum itu menjadi bukti yang tidak terbantahkan mengenai perjuangan Muhammadiyah selama 100 tahun lebih dalam kiprahnya memajukan, mencerdaskan, dan mensejahterakan Indonesia yang sampai hari ini seperti sekarang.
“Perjuangan melawan Covid luar biasa, tidak ada tandingannya dengan organisasi lain, kita yang terdepan,” sebutnya.
Sebagaimana diketahui, selain mundurnya jadwal peresmian museum tersebut, Muktamar Muhammadiyah ke-48 juga dimundurkan, dari awalnya akan digelar pada 1-5 Juli 2020, menjadi 24-27 Desember 2020.*