Hidayatullah.com- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu tokoh inisiasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Gatot dalam pidatonya menyinggung permasalahan biologis yang saat ini tengah terjadi di Indonesia, yakni pandemi Covid-19.
Sebelumnya Gatot mengakui bahwa beberapa tahun lalu dia pernah mengatakan, perlunya mewaspadai senjata biologis massal di masa depan.
“Tiga tahun lalu 26 Oktober 2017 setelah pembukaan Kongres International. Saat itu saya menyampaikan kita patut mewaspadai adanya senjata biologis massa yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemik. Hari-hari ini kita semua berjuang mengatasi epidemik Covid-19,” kata Gatot Nurmantyo dalam kegiatan deklarasi KAMI, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/08/2020).
Akan tetapi, Gatot menegaskan pernyataan dia 3 tahun lalu tidak sepenuhnya tepat. “Sekali lagi kita sedang menghadapi pandemi dan tidak mudah ditaklukkan. Apalagi respons terhadap ancaman ini dipenuhi sikap menggampangkan dan bahkan lebih fokus pada kepentingan lain yang bisa lebih dulu dikesampingkan,” jelasnya.
Hal lain yang dibicarakan Gatot terkait dengan kondisi Indonesia saat ini, akibat proxy war yang semakin diperburuk karena berkembangnya oligarki kekuasaan.
“Salah satu bahaya dari proxy war yang saya katakan, diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri ini, kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab,” ucapnya.
“Dalam semua karut marut seperti itu ada hak krusial yang harus kita lakukan sebagai bangsa, perlu kita bersatu dalam keyakinan bersama bahwa sebagai bangsa kita tidak boleh dan tidak mau dipecah belah untuk kepentingan apapun. Ingat kita negara kaya dan penuh semangat gotong royong.
Di kondisi sulit ini dialami seluruh negara Indonesia punya SDA melimpah dan kekuatan yang luar biasa, Indonesia mempunyai seluruh potensi untuk menjadi negara maju artinya Indonesia akan dapat tempat dari segala kesulitan,” lanjut Gatot.
Gatot secara terbuka menyebut hadirnya dalam deklarasi KAMI atas nama pribadi. Dan siap memasang badan apabila ada hal-hal yang dipermasalahkan terkait deklarasi hari ini.
“Saya tekan di sini sejak pembukaan dalam acara sampai penutupan nanti apabila ada hal-hal berkaitan berdasarkan hukum maka keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi Gatot Nurmantyo,” tegasnya.
Dia menyebut KAMI ingin semua pihak jujur atas apa yang terjadi di Tanah Air. Itulah alasan pembentukan KAMI.
“Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih maju, dan untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dari negeri ini,” tutupnya.* Azim Arrasyid