Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sebut Ciri Radikalisme Hafal Al-Quran dan Bahasa Arabnya Bagus, Buya Anwar Abbas Kirim Surat Terbuka ke Menag

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 September 2020 16:36 4:36 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 September 2020 16:36
Bagikan
Pengurus PP Muhammadiyah yang juga Sekjen MUI Anwar Abbas.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal ciri radikalisme menuai kontroversi. Buya Anwar Abbas, menyampaikan surat terbuka untuk Menteri Agama RI Fachrul Razi terkait kondisi terkini dan pernyataan Menag belakangan ini.

“Menteri Agama kalau berbicara ujung-ujungnya radikalisme. Dan yang kena ujung-ujungnya umat Islam. Kita memang tidak setuju dengan radikalisme karena ujung-ujungnya tidak mengenakkan bagi banyak pihak terutama pihak tertentu. Tetapi mestinya Menteri Agama juga mempersoalkan kenapa muncul radikalisme? Kalau menurut Menteri Agama tentu karena kurikulum dan buku-buku ajar yang ada memuat hal tersebut, atau karena banyak dai yang berpikiran demikian,” ungkap Anwar dalam pernyataan tertulisnya kepada hidayatullah.com, Jumat (04/09/2020).

Oleh karena itu, lanjut Anwar, solusinya bagi Menag yaitu ganti atau sempurnakan bukunya serta jangan lagi menghadirkan dai-dai dan penceramah yang bicaranya suka mengkritik rezim. “Apa yang dikritik oleh dai-dai dan penceramah-penceramah tersebut? Yaitu adanya ketidakadilan dan diskriminasi serta tidak tegaknya hukum di negeri ini. Hukum di negeri ini tajam ke bawah tumpul ke atas. Juga banyak UU dan kebijakan yang dijadikan dasar oleh para pejabat untuk mencari rente dan berkolusi dengan para pemilik kapital untuk meraup keuntungan bagi dirinya dan kelompoknya, sehingga kita lihat banyak sekali rakyat yang menjerit kesakitan karena perlakuan pihak aparat yang melakukan KDKM atau kekerasan dalam kehidupan masyarakat,” beber Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini.

Baca: Din: Selesaikan Dulu Akar Radikalisme yaitu Ketidakadilan Ekonomi, Hukum, Politik, Sosial

Buya Abbas mengatakan, kalau ada pejabat dan atau aparat serta pengusaha atau pemilik kapital yang melakukan kekerasan dalam kehidupan masyarakat, apakah bentuknya berupa lisan atau fisik siapa yang menindak?

Menurutnya, hal itu nyaris tidak ada yang menindak bahkan kita melihat orang-orang yang telah melakukan tindak kekerasan tersebut tetap saja bebas dan duduk dengan pongahnya di singgasananya masing-masing dengan wajah tanpa merasa berdosa.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Lalu para dai berteriak membela hak-hak rakyat yang tertindas tersebut. Mereka dianggap dan dicap sebagai provokator dan radikal. Benarkah ini? Kalau dilihat secara luas dan jernih ya tidak benar,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Anwar, kalau bicara radikalisme jangan hanya di ujung atau di muaranya saja, tapi cari penyebabnya sampai ke hulunya. “Kita akan menemukan inti masalahnya yaitu adanya ketidakadilan diskriminasi dan lain-lain sifat tercela.”

Baca: Wantim MUI: Umat Islam Paling Toleran, Tak Adil Dijadikan Objek Isu Radikalisme

Buya Anwar Abbas mengatakan, kalau Menag mau memberantas radikalisme secara serius, maka jangan hanya bicara di muaranya saja. Tapi Menag harus bicara secara komprehensif dan totalitas, lalu membuat program untuk menghentikan segala bentuk ketidakadilan dan diskriminasi yang ada di negeri ini sampai ke akar-akarnya.

“Kalau akar dari radikalisme itu tidak bisa kita hilangkan, maka radikalisme yang tidak kita sukai itu tetap akan muncul sehingga dia menjadi pekerjaan yang sia-sia yang menghabiskan waktu, dana, dan tenaga karena dia menjadi pekerjaan yang tidak pernah usai. Dan kita jelas tidak mau itu,” ujarnya.

Sehingga, Anwar mengimbau Menag agar mulai berani bicara tidak hanya tentang radikalisme saja, tapi juga bicara tentang penyebab-penyebabnya, dimana sumbunya adalah karena banyaknya praktik-praktik ketidakadilan dan diskriminasi serta perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya yang harus dihentikan.

“Ini perlu kita lakukan agar negeri ini bisa menjadi negeri yang maju adil dan makmur, dimana rakyatnya hidup dengan aman tenteram, damai, dan bahagia. Bukankah itu yang menjadi tujuan kita bersama dalam bernegara?” pungkas sosok yang diketahui merupakan salah satu Ketua PP Muhammadiyah ini.

Sebelumnya, dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara’, Menag mengatakan, cara masuk kelompok dan paham-paham radikalisme ke masjid-masjid di lingkungan pemerintahan, BUMN, dan di tengah masyarakat salah satunya menempatkan orang yang memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan, kecapakan bahasa Arab bahkan hafiz (hafal al-Qur’an).

“Caranya masuk gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arabnya bagus, hafizh (hafal al-Quran) mereka mulai masuk,” tutur Fachrul Razi dalam di kanal YouTube milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) pada Rabu (02/09/2020).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar AbbasdiskriminasiFachrul RaziMenagradikalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umrah arab Saudi Pemerintah Susun Pedoman Protokol Kesehatan Pelaksanaan Umrah di Saat Pandemi
Tulisan selanjutnya Hoax Bantuan Mengatasnamakan Qatar Charity, QCI Tak Pernah Memungut Biaya Apapun terkait Proposal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?