Hidayatullah.com– Musyawarah Nasional (Munas) V Hidayatullah secara resmi dibuka dan dimulai pada Kamis (29/10/2020). Munas ini digelar secar virtual dengan pusat kegiatan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat.
Secara serentak terdapat 34 kluster lain di berbagai wilayah se-Indonesia yang mengikuti Munas ini. Panitia Munas V Hidayatullah memberlakukan protokol kesehatan secara ketat baik di tempat Munas. Tampak para peserta dan panitia mengenakan masker dan menjaga jarak.
Munas virtual yang disiarkan secara live streaming lewat kanal Youtube Hidayatullah ID ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad. Sebelum pembukaan acara, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr Nashirul Haq, menyampaikan sambutannya.
Ustadz Abdurrahman dalam amanatnya sekaligus membuka acara, menyampaikan, Hidayatullah kapan dan di manapun selalu membawa misi rahmatan lil alamin sebagaimana tertera pula dalam tema Munas, “Meneguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat”.
“Itu artinya, semua aktivis Hidayatullah harus siap mengambil peran untuk membangun kekuatan dan mempersatukan umat Islam sebagai mayoritas dari bangsa ini. Jika umat Islam kuat dan bersatu, Insya Allah bangsa ini akan bermartabat. Bermartabat artinya terhormat, memiliki peradaban tinggi. Bukan bermartabak, diperebutkan oleh bangsa bangsa yang lain,” katanya.
Baca: Peserta Munas Hidayatullah Tempuh Perjalanan Dua Hari ke Lokasi Acara
Munas ini untuk menyusun langkah langkah strategi dakwah dan tarbiyah ke depan. Abdurrahman berpesan agar Munas ini bisa menyusun langkah sejauh mungkin dan membuat target setinggi-tinggi dan sebesar-besarnya.
“Buatlah harapan seideal mungkin, seoptimal mungkin, dan dengan penuh pengharapan. Jangan membuat program yang mengecilkan harapan. Jangan membuat program yang mematikan spirit. Buatlah program besar yang mewakili Allah Yang Maha Besar. Wa robbaka fa kabbir,” ujarnya
Dalam sambutannya, Nashirul mengatakan tema Munas V Hidayatullah merupakan sebuah rasa syukur, sekaligus kebanggaan atas kiprah Hidayatullah selama ini.
Yaitu, jelasnya, untuk memberikan sumbangsih nyata bagi kehidupan berbangsa, bersama pemerintah dan masyarakat menjalankan misi mulia membangun Indonesia yang berperadaban.
Diusungnya tema tersebut, jelasnya, merupakan komitmen Hidayatullah demi mewujudkan cita-cita pendiri negeri ini. Komitmen Hidayatullah tersebut, yakni terwujudnya Indonesia yang dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan, berkeadaban, bersatu, dan berkeadilan sosial. Menurut Nashirul, komitmen tersebut jiwa kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus diperjuangkan.
“Dengan inilah Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat,” ujarnya.
Baca: Hidayatullah Ajak Umat dan Pemerintah Membangun Peradaban Agung di Indonesia
Kata Nashirul, selama lebih dari 47 tahun, Hidayatullah telah memegang teguh kesetiaan, semangat mengabdi kepada Ilahi, berkhidmat untuk agama dan ummat, serta berkhidmat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat berbagai program di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan ekonomi keummatan. Sehingga, tambahnya, “Komitmen Hidayatullah untuk umat bangsa ini tidak perlu diragukan lagi.”
Menurut Ketua Panitia Munas V Hidayatullah, Wahyu Rahman, sebenarnya pihaknya sangat ingin menghadirkan peserta sekitar 3.000 di Jakarta, tapi karena pandemi hal tersebut tidak memungkinkan. Walau begitu, ia berharap Munas virtual itu tidak mengurangi substansi yang dilangsungkan. Peserta Munas di tempat acara memang dibatasi.
“Munas ini memang cukup alot dan dinamis, antara ditunda atau tetap dilaksanakan di akhir tahun 2020 ini. Akhirnya berdasarkan musyawarah Majelis Syura, Munas diputuskan digelar secara virtual yang diputuskan tiga bulan sebelum hari ini,” ujarnya.* (Ainuddin)