Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Vaskin AstraZeneca Telat Datang, Menkes Surati GAVI

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 April 2021 14:03 2:03 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 April 2021 16:00
Bagikan
Embargo Vaksin India
Bagikan

Hidayatullah.com — Terkait mundurnya kedatangan vaksin AstraZeneca, seharusnya 50 juta dosis pada 2021, tapi akhirnya hanya kebagian 20 juta, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya telah menyurati Presiden Aliansi Vaksin GAVI.

Lebih jauh, Budi mengatakan pihaknya telah meminta bantuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan komunikasi dengan pihak GAVI memastikan alokasi vaksin Covid-19 untuk Indonesia.

“Saya sudah menuliskan surat ke Presiden GAVI mengenai penundaan pengiriman ini. Kemudian kemarin ada Menlu Inggris datang disini, Saya juga sudah minta waktu khusus untuk bertemu dengan beliau menyampaikan agar kalau bisa, karena Astrazeneca ini perusahaan Inggris dia bisa mencarikan sumber lain, di luar dari yang India, walaupun tetap ini melalui mekanisme GAVI,” jelas Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (08/04/2021).

Budi mengakui suplai vaksin dari beberapa produsen vaksin Covid-19 terancam tersendat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada pergeseran dalam suplai vaksin Covid-19 yang didapatkan dari dua skema. Pertama, vaksin dari skema multilateral melalui jalur COVAX-GAVI yang harusnya dikirim pada Maret – April 2021, harus ditunda lantaran adanya embargo di India.

Budi menyebutkan, informasi yang diterima dua minggu lalu dari pihak COVAX-GAVI, pengiriman vaksin akan dilakukan pada Mei 2021. Namun kepastian tersebut masih belum dikonfirmasi COVAX-GAVI secara tertulis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kedua, dari jalur bilateral, seminggu lalu pemerintah juga menerima informasi bahwa pengiriman bertahap vaksin AstraZeneca diperpanjang dari Juni 2021 hingga kuartal I dan II tahun 2022. Padahal, kesepakatan awal 50 juta dosis vaksin AstraZeneca akan dikirimkan secara bertahap pada tahun ini.

“Jadwal pengiriman bilateral antara AstraZeneca dengan Biofarma yang sebelumnya memang 50 juta dijanjikan selesai di tahun 2021, sekarang mereka hanya komit 20 juta dan sisanya diundurkan ke kuartal I dan kuartal II 2022,” terangnya.

Mengantisipasi pergeseran suplai vaksin Covid-19 tersebut, Budi mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah dengan menambah jumlah pengadaan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Hal tersebut lantaran Sinovac selama ini tidak pernah terganggu jadwal pengiriman ke Indonesia.

“Sehingga untuk mengantisipasi kita sudah membuka diskusi dengan China untuk menambah sekitar 90 juta sampai 100 juta dosis tambahan untuk antisipasi kalau memang benar-benar ternyata yang 100 juta yang terdiri 54 juta dari GAVI dan 50 juta dari AstraZeneca itu bergeser,” jelas Budi.

Antisipasi dilakukan yaitu dengan melakukan komunikasi dengan Pemerintah China terkait tambah komitmen vaksin Sinovac. Namun, Budi menekankan, rencana tambahan vaksin dari Sinovac masih dalam diskusi awal.

Selain itu, pemerintah juga mencari jalur lain, melalui Amerika Serikat (AS). AS saat ini memiliki laju vaksinasi sangat cepat dan diprediksikan selesai Juni 2021. AS sendiri sudah melakukan pembicaraan informal di kalangan

Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan di dunia tentang kemungkinan mereka membuka produksi vaksin bagi negara lain.

“Kami akan mencoba melakukan lobi dengan Amerika, kalau dibuka mudah-mudahan Indonesia itu ada di pertamalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Tapi memang sekali lagi itu masih dalam tahap diskusi yang sangat dini, ini merupakan antisipasi kita kalau terjadi apa-apa nanti,” ujar Budi

Saat ini, status komitmen ketersediaan vaksin Covid-19 bagi Indonesia ada sekitar 396 juta dosis. Namun ketidakpastian ketersediaan vaksin saat ini masih sangat tinggi terutama yang melalui jalur multilateral GAVI.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AstraZenecaGAVIMenteri kesehatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemenkes Tutup Data Pejabat Negara di Aplikasi "PeduliLindung" Vaksin AstraZeneca Pesanan Indonesia Telat, Menkes Berencana Tambah Stok Sinovac
Tulisan selanjutnya Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Wafat di Usia 99 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?