Hidayatullah.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memberikan update terkait penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (9/4/2021). Doni menyebut adanya perubahan data korban meninggal yang semula 165 kini menjadi 159 orang, dan korban hilang semula 45 menjadi 57 hilang.
“Flores Timur belum ada perubahan dari data yang lalu korban meninggal 71 yang masih hilang 5 orang. Untuk Lembata 43 yang lalu, hari ini ditemukan 3 jenazah sehingga menjadi 46. Kemudian yang masih hilang 22 orang,” kata Doni dalam konfresi pers di akun YouTube BNPB, Jumat (09/04/2021).
Doni mengungkap saat ini tim gabungan sendiri sudah menetap selama dua hari di lokasi untuk proses evakuasi korban.
“Kemudian yang berikutnya Alor menjadi 28 dan yang hilang 13 orang. Sementara Malaka tetap. Kabupaten Kupang 4 meninggal dunia. Sedangkan kota Kupang 6 meninggal dunia,” ujarnya.
Untuk data korban di daerah lainnya, sambung Doni, Ende ada 1 korban meninggal dunia, Kabupaten Saburaijua 2 ada dua orang meninggal dunia dan 5 orang hilang.
“Kupang ditemukan satu jenazah hari ini. Adapun Saburaijua semula dua orang ada tambahan korban hilang 5 orang. Kemudian Rote Ndou yang semula dilaporkan ada dua meninggal dunia ternyata hasil terkahir laporan dari Bupati yang meninggal nihil begitu juga kabupaten Ngada semula dilaporkan 2 meninggal ternyata yang dilaporkan tersebut masih hidup,” tukasnya.
Sebelumnya, mengomentari penanganan bencana alam di NTT Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kondisi lapangan saat ini cukup sulit untuk menemukan para korban yang hilang. Namun, dia meminta pencarian terus dilakukan hingga ditemukan.
“Tapi kalau kita lihat di lapangan memang keadaannya berbatuan, batu yang besar-besar, yang itu sangat menyulitkan juga alat-alat berat kita. Tetapi tadi sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan,” kata Jokowi dalam keterangan persnya, saat kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (09/04/2021).*