Hidayatullah.com—Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) bersama Minbar Al-Aqsha Association mengadakan pelatihan internasional “Daurah Nuruddin Zanki” bertemakan “Studi Baitul Maqdis”. Dengan ditandai memorandum of understanding (MoU) yang telah dijalin antara kedua belah pihak, pelatihan internasional ini dapat diadakan.
Daurah ini diselenggarakan selama 6 hari berturut-turut. Mulai dari hari Sabtu, 14 Agustus – Kamis, 19 Agustus 2021 secara virtual melalui Zoom Meeting. Adapun rentetan acaranya diawali dengan penandatanganan MoU yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021.
Daurah Nuruddin Zanki ini diisi oleh tujuh orang pembicara internasional yang berkompeten dan ahli di bidangnya, diantaranya adalah:
- Al-Adyah Abu Yusuf (Peneliti Palestina)
- Mukhlis Barzak (Anggota Persatuan Cendekiawan Muslim Palestina)
- Samir Saeed (Peneliti Yerussalem)
- Abdullah Al-Jadu’ (Anggota Persatuan Ulama Yordania)
- Marwa Nassar (Anggota Cendekiawan Muslim Palestina, Pakar Bidang Hadist dan Sunnah Nabawiyyah)
- Naseer Al-Hadmi (Ketua Komite Anti Yudaisasi Yerusalem) dan,
- Fathi Abdulqadir (Ulama Tunisia)
Peserta ‘Daurah Nuruddin Zanki’ sangat antusias menghadiri acara tersebut. Hal itu bisa dilihat dari data peserta yang telah menghadiri acara tersebut sebanyak 225 peserta.
Di antaranya adalah 150 mahasiswa UNIDA Gontor dari berbagai prodi dan semester, 50 Peserta dari Program Kaderisasi Ulama UNIDA Gontor dan 25 peserta umum.
Dikutip laman Unida, tujuan diadakannya Daurah ini adalah untuk mengedukasi dan membuka mindset masyarakat Indonesia tentang ukhuwah islamiyyah dan pentingnya kemerdekaan Masjid al-Aqsha bagi umat Islam. Selain itu, terselenggarakannya acara ini diharapkan bisa meningkatkan semangat perjuangan dan kepedulian masyarakat Indonesia. Khususnya, para generasi muda dalam membantu saudara kita di Palestina, serta negara-negara muslim lainnya yang kini sedang terdzalimi.*