Hidayatullah.com—Bencana selalu menghadirkan banyak cerita tentang manusia, tak semuanya selalu dibalut dengan kesedihan. Seperti cerita seorang nenek pengungsi bencana erupsi Gunung Semeru ini dengan kucing – kucingnya.
Mbah Imah, warga Dusun Umbulan, Desa Sumber Sari, Pronojiwo, Lumajang ini merupakan salah satu warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). Seluruh keluarganya sendiri selamat dan rumahnya tak mengalami kerusakan signifikan, namun karena dusunnya yang masih menjadi daerah potensi bencana, ia pun terpaksa mengungsi bersama keluarganya.
Mbah Imah bersama puluhan pengungsi lainnya mengungsi di SDN Supoturang 4 yang terletak di desa sebelah. Jarak dari pengungsian tersebut ke rumahnya lumayan jauh, jalanan pun masih belum diaspal mulus, ditambah debu vulkanik sisa erupsi yang masih menumpuk.
Meski demikian, Mbah Imah selalu memaksakan diri untuk pulang ke rumahnya tiap pagi, untuk pulang ke pengungsian menjelang malamnya. Hal itu ia lakukan untuk memberi makan kucing-kucingnya yang terpaksa ia tinggalkan di kediamannya.
“Kita manusia saja kelaparan. Kucing-kucing ini pasti juga lapar,” ujar Mbah Imah.
Saat ditemui oleh Hidayatullah.com pada Selasa (14/12/2021), Mbah Imah sedang beristirahat di pelataran rumahnya. Fatimah, anaknya, menyampaikan kalau ibunya kecapekan karena sering bolak-balik dari pengungsian ke rumah.
“Ini ibu kakinya sakit. Sering bolak-balik dari pengungsian, kangen kucingnya,” ujar Fatimah.
Mbah Imah sendiri saat ini memelihara delapan kucing di rumahnya. Ia mengaku terbiasa merawat kucing-kucing kecil sampai mereka mampu mencari makan sendiri.
“Yang ini Bedhes. Bulunya mirip kunyuk (monyet),” ujar Mbah Imah menunjukkan salah satu kucingnya.
Mbah Imah menyampaikan bahwa beberapa hari lalu, Tim Basarnas Penyelamat Satwa mendatangi rumahnya dan memberi vitamin untuk kucing-kucingnya. Namun, ia mengaku sedih karena Tim dari Basarnas tersebut membawa pergi Bajing, salah satu kucingnya.
“Bajing dibawa mungkin karena bulunya bagus. Bedhes nggak dibawa karena bulunya jelek,” tuturnya.
Dusun Umbulan, tempat tinggal Mbah Imah sendiri merupakan salah satu yang terdampak parah oleh erupsi Gunung Semeru. Tim Relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)-SAR Hidayatullah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di dusun tersebut pada Selasa.
Selain di Dusun Umbulan, Tim Relawan BMH-SAR Hidayatullah juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di beberapa wilayah lain seperti Bon Tegalan, Senduru, Penanggal, Supit Urang, dan lain sebagainya.*