Hidayatullah.com—Kurangnyaremaja dan pemuda menghadapi masalah psikologi dan aspek hukum membuat Persaudaraan Muslimah (Salimah) berinisiatif menerjunkan SDM ke masyarakat melalui program Sekolah Pranikah Salimah (SERASI). Gagasan ini dilakukan para pemuda tidak terjebak pada penyimpangan seksual, dan hal-hal sejenis.
Acara dilakukan berupa pelatihan fasilitator SERASI selama seminggu pada Kamis (tanggal 14 dan 21 Juli 2022) diikuti pengurus Pimpinan Pusat (PP) Salimah. Sekolah Pranikah Salimah dirancang untuk membimbing remaja, pasangan yang sudah siap menikah, dan pasangan yang sudah menikah, dengan ilmu-ilmu kerumahtanggaan.
SERASI akan dilaksanakan dalam tahap dasar, menengah, dan lanjutan dengan materi-materi di bidang agama, psikologi, kesehatan, hukum, serta ekonomi dan ketrampilan. “Diharapkan ilmu yang didapat di pelatihan ini menjadi bekal yang memadai ketika kita turun di lapangan sebagai fasilitator Sekolah Pra Nikah Salimah,” ungkap Ketua Umum Salimah, Etty Praktiknyowati.
Etty mengungkapkan apresiasi terhadap panitia dan peserta pelatihan. Ia menegaskan pentingnya pengurus pusat untuk menguasai materi pelatihan fasilitator SERASI.
Pelatihan fasilitator SERASI kali ini menghadirkan konsultan, psikolog, dan trainer yang menjelaskan materi konsep diri dan cara menjadi trainer yang efektif. Selanjutnya, kegiatan akan diteruskan ke seluruh daerah di Indonesia yang akan melaksanakan program Sekolah Pranikah Salimah.*