Hidayatullah.com– Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, industri makanan dan minuman mempunyai peran yang strategis.
“Tentunya industri makanan dan minuman menjadi sangat penting di Indonesia,” ungkapnya dalam diskusi bertema “Mengurangi Benang Kusut UU JPH, Mengejar Ketertinggalan Industri Halal” di Kantor Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/06/2017).
Menjelaskan itu, Edhi juga menyatakan bahwa saat ini permintaan produk halal terus saja meningkat.
Baca: Ekonom CORE: Isu Halal Dapat Membangkitkan Perekonomian Indonesia
Bahkan, katanya, negara-negara seperti China, Korea, dan Jepang sudah memanfaatkan potensi dari produk makanan dan minuman halal.
“Karena mereka melihat ini menjadi satu peluang yang bisa mereka manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan adanya produk halal tersebut, mereka ingin memberikan pelayanan lebih kepada Muslim yang datang ke sana.
“Mereka ingin melayani konsumen termasuk konsumen Muslim,” tandas Adhi.
Oleh sebab itu, Adhie berharap Indonesia yang mayoritas beragama Islam dapat memanfaatkan potensi produk halal sebagaimana negara-negara tersebut.
Hadir pula dalam diskusi tersebut, anggota DPR RI Komisi X Ledia Hanifa Amaliah, Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid, dan Ekonom CORE Indonesia, Ahmad Akbar Susamto.* Ali Muhtadin