Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Halal

Indonesia Perlu Sergap Potensi jadi Pusat Industri Halal Dunia

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Februari 2019 17:38 5:38 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Februari 2019 17:38
Bagikan
[Ilustrasi] Bali International Training on Halal Assurance System di Bali.
Bagikan

Hidayatullah.com– Perkembangan industri halal tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari makanan, kosmetik, obat-obatan, pariwisata, hingga keuangan syariah.

Peluang ini sudah ditangkap beberapa negara Muslim tetangga seperti Malaysia untuk terus berbenah. Bahkan negara-negara yang berpenduduk minoritas Muslim sekalipun seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand, mulai melirik industri halal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, kata Handi Risza Jubir BPN Prabowo-Sandi yang juga politisi PKS DPR RI, memiliki potensi yang sangat besar untuk segera menjadi pusat industri halal dunia.

“Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, pasar Indonesia sangat menggiurkan untuk tumbuh dan berkembangnya industri halal. Tentu kita tidak mau hanya sekadar menjadi konsumen atau penonton, melihat geliat industri halal yang dikembangkan negara lain,” ujarnya dalam rilis PKS kepada hidayatullah.com, Kamis (07/02/2019).

Handi menyebut, dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya dalam empat tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, kesiapan pemerintah dalam menangkap peluang berkembangnya industri halal di tanah air terkesan lamban. Bahkan dinilai kurang memiliki inisiatif untuk menyiapkan segala perangkat guna menunjang perkembangan industri halal tanah air.

Baca Juga

Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Cek Bahan Kosmetik Anda: Cantik Tapi “Haram” Buat Apa?
Percepatan Sertifikasi Halal” di kantor MUI
Ada Apa di Balik Gurihnya Mie Instan?

“Masih terdapat Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah yang belum dituntaskan segera. Sehingga dengan sisa waktu pemerintahan yang tinggal satu tahun, akan membuat pekerjaan berikutnya akan menjadi lebih berat,” ujarnya.

Ia menyebut, lahirnya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) mengamanatkan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal, dilaksanakan pada bulan Oktober 2019.

“Sampai hari ini, peraturan pemerintah tentang jaminan produk halal tersebut masih belum selesai. Bahkan jika tidak bisa diselesaikan, maka dikhawatirkan penerapan UU JPH akan mundur bahkan berpotensi diamandemen,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan mendasar ini belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah, sementara lembaga pendukung lainnya seperti MUI, Muhammadiyah, NU, dan kampus sudah menyatakan siap mendukung pelaksanaan UU JPH.

Selain UU JPH, masih kata Handi, lambannya Pemerintah dalam merespons perkembangan industri keuangan syariah adalah dalam mempersiapkan keberadaan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 91 Tahun 2016 tentang KNKS, sudah semenjak bulan November 2016.

Tetapi, dari informasi yang ada, menurutnya, rapat dewan pengarah baru dilaksanakan pada tanggal 5 Februari tahun 2018. Sedangkan pemilihan Direktur Eksekutif dan struktur di bawahnya baru dilakukan pada bulan Desember 2018. Kemudian baru bisa di selesaikan pada bulan Januari 2019.

Praktis, kata dia, KNKS baru akan mulai bekerja. Padahal dalam Perpres yang ada KNKS memiliki tugas dan fungsi strategis dalam pengembangan industri keuangan syariah.

“Dengan melihat respons pemerintah yang lambat dalam menyiapkan perangkat dan kebijakan dalam mendorong percepatan industri keuangan syariah, kita bisa jauh tertinggal dari negara-negara lainnya,” ujarnya.

Hal ini katanya terbukti dari stagnasi pertumbuhan market share (pangsa pasar) perbankan dan keuangan syariah yang baru tumbuh sebesar 5,7 dan 8% persen dan setelah terbantu oleh konversi Bank Aceh Syariah dan Bank NTB Syariah.

Padahal Bank Indonesia (BI) dalam waktu lima tahun ke depan, menargetkan market share industri keuangan syariah akan mencapai 20 persen.

Menurutnya, dalam konteks inilah Prabowo-Sandi akan mencoba melakukan akselerasi kebijakan yang bisa mempercepat penyelesaian perangkat dan infrastruktur industri halal maupun keuangan syariah. Sehingga diharapkan akan mempercepat pertumbuhan industri halal. Serta mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat Industri halal internasional.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ekonomi SyariahhalalHandi Riszaindustri halalUU JPH
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Berwujud itu Lebih Menguntungkan
Tulisan selanjutnya ‘Peran KH Wahid Hasyim yang Tak Diketahui Banyak Orang’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Info Halal

Perlunya Mencermati Label Makanan

26 Desember 2022 16:30
Info Halal

Produk Makanan Halal Indonesia Peringkat Dua Dunia,  Kemenag Berkoordinasi terkait Sertifikasi Halal

12 Desember 2022 13:45
Titik Kritis Keharaman Burger
Info Halal

5 Titik Kritis “Keharaman” Burger

12 Desember 2022 05:00
Info HalalRagam

Kemana Perginya “Turunan” Babi?

10 Desember 2022 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?