Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kiai Subadar: NU Harus Bersih dari Jaringan Islam Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2004 12:17 12:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2004 12:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–KH Mas Subadar mendesak orang-orang Jaringan Islam Liberal (JIL) yang masuk dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama di pusat maupun daerah dibersihkan. “Muktamar sekarang ini yang paling penting dan mendesak segera diputuskan adalah membersihkan orang-orang JIL dari NU. Jangan ada orang JIL di NU,” ujar salah satu kiai sepuh NU yang kini menjadi Wakil Rais Syuriah NU Jawa Timur. Seperti dikutip tempointeraktif.com–permintaan Subadar itu disampaikan saat menghadiri acara Halal Bi Halal dan Koordinasi PWNU dan Cabang NU se Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Selasa (23/11). Hadir dalam acara itu antara lain Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, KH Masduki Mahfud (Rois Syuriah PWNU Jatim). Alasan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Pasuruan ini pemikiran JIL tidak cocok dengan pemikiran NU. Bahkan Kiai Subadar menuduh JIL telah melanggar Qonun Asas NU (landasan dasar NU), yakni pidato penting Rois Akbar KH Hasyim As’ary pada Muktamar NU ke III 1928 di Surabaya dan Muktamar ke IV 1929 di Semarang. “Kalau Negara Indonesia, JIL ini sudah melanggar Pancasila dan UUD 45,” katanya. Kiai Subadar juga melarang anggota JIL menjadi pengurus di Badan Otonom (Banom) NU meskipun cerdas dan mempunyai potensi yang besar. Menurutnya selama ini pemikiran JIL banyak yang menyimpang dari Ahlussunnah Waljamaah. Ia mencontohkan pernyataan Koordinator JIL Ulil Absor Abdalla yang juga Wakil Ketua Lajnah Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya (Lakspesdam) NU bahwa Al Quran itu bukan kitab suci, hanya sebuah sejarah dan budaya. Selain itu juga pernyataan Masdar Farid Mas’udi, Khatib Syuriah PBNU yang menyatakan bahwa haji itu tidak harus pada bulan haji (Dzulhijjah) bahkan bisa dilakukan setiap bulan. “Banyak pernyataannya yang menyinggung NU,” paparnya. Sementara Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa, mengakui saat ini Ada wacana dikalangan kiai sepuh yang menyatakan NU harus bersih dari orang-orang JIL. “Orang-orang liberal itu harus tetap dihargai sebagai warga NU. Tapi untuk dijadikan pengurus perlu pertimbangan,” jelasnya. Sebelumnya, seperti diberitakan media massa Surabaya, kalangan NU Jawa Timur melakukan penyeleksian calon-calon yang masuk bursa Ketua PBNU yang mendatang. Diantaranya, dalam seleksi pertama, PBNU harus bersih dari JIL (Jaringan Islam Liberal). Diantara tokoh yang sempat ditolak kalangan NU Jatim dan dihubung-hubungkan dengan JIL adalah; Masdar F Masudi dan Ulil Abshar. Muktamar NU yang akan berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah 28 November-2 Desember mulai diramikan dengan sejumlah dukung-mendukung. Sejumlah nama disebut-sebut akan bersaing menjadi ketua umum yakni Hasyim Muzadi, Mustofa Bisri, Tolchah Hasan, dan Masdar Mas’udi. Adapun untuk posisi rais aam, selain KH Sahal Mahfudz, Abdurrahman Wahid telah didorong oleh pendukungnya untuk merebut posisi ini. Akibat dukung-mendukung, sebagaian kelompok bahkan ada yang mengancam akan mendirikan PBNU tandingan. (ti/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Malaysia Larang Siswa Bersorban
Tulisan selanjutnya Fallujah, Neraka bagi AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?