Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penyakit ‘Sekolaisme’, Sudah Doktor Tidak Mau Cari Ilmu Lagi

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Mei 2014 08:51 8:51 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Mei 2014 08:51
Bagikan
Dr Adian dalam Kajian Ilmiah Sains Islam di Universitas Brawijaya Malang
Bagikan

Hidayatullah.com–Mencari ilmu itu bukan hanya sekolah saja atau dengan mengejar gelar akademik belaka. Sayangnya, saat ini sedikit orang mau mencari ilmu lagi. Demikian Ketua Program Doktor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Adian Husaini mengingatkan.

“Kesalahan pendidikan kita saat ini adalah, sekolah dan kerja hanya untuk cari kerja, bukan cari ilmu”, ujar Adian dalam Kajian Ilmiah Sains Islam di Universitas Brawijaya Malang, Ahad (11/05/2014) dalam kajian bertajuk “Sains Islam: Antara Peluang dan Tantangan” itu, Adian menyebut problem tersebut dengan istilah ‘sekolaisme’.

“Sekarang ada ‘penyakit’ baru yaitu ‘sekolaisme’. Yakni menganggap mencari ilmu itu hanya di sekolah saja. Ini salah. Jika sudah meraih gelar, sudah selesai cari ilmu. Padahal di luar sekolah itu juga sangat penting”, lanjut Adian di hadapan dua ratus lebih mahasiswa.

Akibat dari paradigma itu, terang Adian, niat pelajar mengejar materi dalam sekolah.

“Padalah, sekolah itu mestinya bukan BLK (Balai Latihan Kerja), tapi mendidik jiwa”, tegas peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pendidikan kata Adian dalam rangka untuk mengenal Allah. Sebab kebutuhan primer manusia bukan sandang, papan dan pangan saja. Tapi beribadah kepada Allah itu kebutuhan paling primer.

Namun, Adian menunjukkan kutipan sebuak buku ajar sekolah yang didalamnya mengandung problem. Yakni tidak memasukkan kebutuhan ibadah sebagai kebutuhan primer.

“Pelajaran seperti ini dari dulu sampai sekarang tidak berubah. Ini pandangan sekular”, terangnya sembari menunjukkan slide kutipan sebuah buku pelajar ilmu sosial untuk sekolah Dasar.

Penyakit ‘sekolaisme’ menurut Adian karena pengaruh hegemoni konsep Barat yang menilai kebahagian itu dengan materi.

“Manusia sekuler tidak tahu tujuan hidupnya. Setelah meninggal akan kemana. Bahagia dalam pandangan Barat dengan materi dan pencapaian. Jika sudah mencapai derajat tertentu dianggap bahagia”, katanya.

Karena itu, paradigma sains yang sekular itu harus diislamkan. Sebab melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan.

“Sejarah barat modern itu adalah anti agama. Maka, dalam sains Barat tidak boleh ada campur tangan Tuhan. Sebab campur tangan itu akan mengganggu mereka”, pungkasnya.

Selain menghadirkan Adian Husaini, kajian yang diadakan oleh ITCON (Islamic Thought and Civilization Institute) dan ITJ Chapter Malang ini juga menghadirkan Dr. Budi Handrianto, peneliti INSISTS bidang Sains Islam.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmuINSISTSpengetahuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerapan Hukum Islam dipersoalkan, Ini Jawaban untuk Peragu Syariat
Tulisan selanjutnya Islamisasi Sains Wacana yang harus Disambut Positif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?