Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Reza: Kekerasan, Apalagi Anak-anak Korbannya tak Bisa Ditoleransi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2016 21:58 9:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2016 21:45
Bagikan
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel.
Bagikan

Hidayatullah.com– Tindakan kekerasan apalagi menjadikan anak-anak sebagai terdampaknya tidak bisa ditoleransi.

Demikian dinyatakan Pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri Amriel, dalam keterangan tertulisnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Senin (14/11/2016).

“Dalam Islam, misalnya, melakukan tindak perusakan ke rumah ibadah dan melancarkan kekerasan terhadap anak-anak -tak terbantahkan, merupakan dua tindakan yang dilarang keras, bahkan dalam situasi perang sekali pun,” kata Reza.

Gratis, Bantuan Hukum GPPA bagi Anak dan Perempuan Korban Kekerasan

Ia  mengatakan, trauma, apa pun sumbernya, niscaya menyakitkan.

“Tapi trauma yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia (bencana kemanusiaan) berdampak lebih buruk ketimbang bencana alam,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan penanganan komprehensif terhadap korban, khususnya anak-anak.

Sebagaimana anak mengandalkan orangtua mereka sebagai pelindung, kata dia, keluarga pun mengharapkan kehadiran otoritas terkait sebagai pemberi jaminan keamanan.

“Itu berarti, semakin cepat dan efektif penanganan oleh otoritas berwenang, dan langkah-langkah penanganan itu disaksikan keluarga korban, semakin solid pula pondasi bagi pulihnya kondisi anak-anak yang menderita trauma,” imbuhnya.

Akibat Serangan 51 ‘Israel” ke Gaza, 75 Siswa Cacat, 400 Ribu Anak Gaza Trauma

Sama Bahayanya Kekerasan Lisan

Reza mengatakan, tindakan kekerasan seperti kejadian peledakan di Samarinda, Kalimantan Timur, apalagi jika secara sengaja ditujukan pada anak-anak, merupakan kejahatan yang sangat keji.

Begitu pula, tegasnya, kekerasan dalam operasi “pemberantasan teror”, seperti yang disaksikan oleh anak-anak TK di Klaten, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, pada dasarnya bukan sesuatu yang bisa ditoleransi.

“Keduanya (kasus di Samarinda dan Klaten. Red) masalah serius,” tegasnya.

Diketahui, anak-anak didik di Desa Pogung, Cawas, Klaten, mengalami trauma setelah TK mereka digeledah Densus 88 Anti Teror Mabes Polri (10 Maret 2016) terkait kasus kematian Siyono.

Trauma Densus 88, Kamera Wartawan Disangka Senjata

Bahkan, sejumlah anak murid jadi ketakutan saat melihat peralatan kamera milik wartawan yang dikira senjata. Pun, mayoritas anak murid TK itu ogah bercita-cita menjadi polisi.

Menurut Reza, kekerasan verbal dan psikis terhadap anak-anak, termasuk kekerasan di masyarakat (community violence) tidak boleh disepelekan.

kekerasan verbal dan psikis itu, ungkapnya, berupa penghinaan dan ungkapan-ungkapan peyoratif lainnya. Seperti yang kerap diperagakan oleh sebagian elit dan kian marak pada masa kontestasi politik.

Mayoritas Siswa TK Amanah Ummah Tak Minat jadi Polisi

“Kekerasan lisan di masyarakat barangkali tidak seketika memunculkan guncangan psikis,” kata master psikologi forensik pertama di Indonesia ini.

Tapi sebaliknya, imbuhnya, terbiarkannya kekerasan semacam itu dapat memberikan pembelajaran kontraproduktif kepada anak-anak, “Bahwa kekerasan psikis dan lisan ternyata merupakan bentuk perilaku yang dimaklumi.”

Korban Meninggal Dunia

Diketahui, sebuah ledakan berdaya ledak rendah terjadi di pintu depan sebuah rumah ibadah di Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad (13/11/2016).

Reza mengatakan, siapa pun pelakunya, apa pun agamanya, senyatanya aksi itu sama sekali tidak merefleksikan nilai-nilai religi.

Sebelum Ledakan di Samarinda, Pengamat Terorisme Sudah Memprediksi

Ledakan di pintu depan Gereja Oikumene, Kecamatan Loa Janan Ilir, itu mengakibatkan 4 orang anak dan balita mengalami luka serius. Seorang korban, Intan Olivia Marbun (2,5 tahun) meninggal dunia.

Tubuh Intan dikabarkan mengalami luka bakar 70 persen dan infeksi saluran pernapasan. Balita malang itu akhirnya meninggal ketika menjalani perawatan intensif di RSUD AW Sjahranie Samarinda, Senin kemarin.

Kejadian Peledakan, Menag: Bukan Tindakan Umat Beragama

Banyak pihak mengecam aksi yang diduga dilakukan seorang berinsial J. Di sisi lain, tak sedikit pihak menyebut kejadian ini sebagai upaya pengalihan isu “oleh suatu pihak” atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tengah bergulir.

Kepolisian mengklaim, terduga pelaku pernah menjalani hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan sejak Mei 2011 atas kasus bom Puspitek, Serpong, Tangsel, Banten.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alqurananak-anakBasuki Tjahaja Purnamadensus 88Gereja OikumeneIntan Olivia MarbunKalimantan Timurkasus AhokkejadiankekerasanKematian SiyonoKlatenkorbanledakan di SamarindaLembaga Perlindungan Anak IndonesiaLPAIpsikisReza Indragiri AmrielSamarindaSiyonoSiyono teroris?terorismetrauma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Semua Pelapor Dihadirkan dalam Gelar Perkara Kasus Ahok
Tulisan selanjutnya Tiba di Kairo, Syeikh Amru Al Wardani Teruskan Kajian Ushul Fiqh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?