Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Dinilai Harusnya Makin Bijak Hadapi Kritikan dan Aspirasi

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2017 04:41 4:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 Oktober 2017 04:30
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com– Di masa Reformasi saat ini, pemerintah diharapkan semakin bijak dalam menerima dan melayani aspirasi, pendapat, dan kritikan warga masyarakat. Harapan ini antara lain terkait demokrasi Indonesia yang dinilai mengalami kemunduran.

Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Lintas Generasi menilai, negara melalui aparat kepolisian telah melakukan tindakan anti demokrasi.

Penilaian itu didasari atas tindakan represif kepolisian terhadap massa mahasiswa dari BEM Seluruh Indonesia (SI) yang melakukan demo memperingati 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) beberapa waktu itu.

Presiden KM ITB 2010, Herry Dharmawan mengatakan, apa yang sedang dilakukan pemerintah saat ini ibarat pepatah “buruk muka cermin dibelah”.

Baca: 3 Tahun Jokowi-JK, Nasir Djamil: Ngeri-ngeri Sedap Era Sekarang

Ia menjelaskan, dimana Presiden Jokowi menjadi salah satu pemimpin yang naik dengan menggembar-gemborkan kampanye upaya menghargai hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Namun sekarang yang dilakukan justru sebaliknya, menutup keran-keran aspirasi berpendapat,” ujarnya dalam konferensi pers di Sekretariat ILUNI UI, Kampus Salemba, Jakarta, pekan kemarin, (27/10/2017).

Herry mewanti-wanti, pemerintahan saat ini boleh saja tidak takut dengan catatan para wartawan, tapi tidak bisa mengelak dari catatan para sejarawan.

“Suatu saat rezim ini akan dicatat sebagai salah satu pemimpin yang mengingkari janjinya,” ungkap Herry.

Baca juga: Alumni BEM Berbagai Kampus Lintas Generasi Kecam Penangkapan Mahasiswa

Sementara itu, mantan Ketua BEM UI tahun 2006, Ahmad Fathul Bari menyampaikan, apa yang dilakukan negara melalui aparat penegak hukumnya saat ini, menjadi satu hal yang penting untuk dikritisi.

Karena, ia menegaskan, apa yang disampaikan mahasiswa bukan suatu bentuk kriminal atau perlawanan terhadap hukum. Tetapi mereka adalah entitas yang memberikan dukungan bagi negara melalui gerakan-gerakan kritis.

“Aksi kemarin dicederai dengan tindakan represif aparat. Apapun alasan yang dikemukakan aparat tidak bisa diterima, apalagi dengan adanya perbedaan perlakuan terhadap kelompok lain,” paparnya.

Baca: 3 Tahun Jokowi-JK Dinilai Masih Punya Banyak PR

Juru Bicara Presidium Alumni BEM Lintas Generasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ronny Setiawan menambahkan, tindakan represif aparat kepolisian merupakan bukti kemunduran demokrasi di Indonesia.

Padahal, menurutnya, bangsa Indonesia sudah melewati masa Reformasi yang harusnya semakin bijak dalam menerima pendapat dan aspirasi.

“Aparat telah bertindak represif dan tidak wajar terhadap aksi penyampaian aspirasi. Ini bukti nurani aparat kepolisian mati,” pungkasnya.

Baca: Alumnus BEM IPB Kecam Kepolisian, Tuntut Pembebasan Mahasiswa

Sebelumnya, diberitakan hidayatullah.com, demonstrasi yang digelar BEM SI, Jumat (20/10/2017), berbuntut panjang. Usai 14 mahasiswa sempat diamankan, lalu pada Senin (23/10/2017) Polda Metro Jaya kembali menetapkan dua tersangka, Panji Laksono dan Presiden BEM UNS Wildan Wahyu Nugroho.

Keduanya telah dipanggil oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo, dua mahasiswa itu ditetapkan sebagai tersangka karena ikut andil dalam demonstrasi. Keduanya dituding melakukan provokasi.

Hingga kemarin masih 2 ditahan, yaitu Ihsan (STIE SEBI) dan Ardi (IPB). 12 orang yang lain dikenakan wajib lapor. Untuk Wildan dan Panji dalam proses penyidikan.

Sementara itu sebelumnya, pemerintah melalui pihak Istana mengaku selama ini selalu bersikap terbuka dalam menerima kritikan dari berbagai kalangan masyarakat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:3 Tahun Jokowi-JKaktivis mahasiswaBEMBEM Seluruh IndonesiaBEM SIdemo Jokowi-JKdemokrasidemonstrasiJokowi-JKKabid Humas Polda Metro Jayakebebasan berpendapatkekerasankepemimpinan JokowikepolisianKombes Pol Argomahasiswa demomahasiswa ditangkap polisiotoriterpemimpin Indonesiapenegakan hukumpolisi diskriminatifpolisi represifPresiden Joko Widodoreformasitindakan represif kepolisianunjuk rasaWakil Presiden Jusuf Kalla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres JK: Penting Menggabungkan Pendidikan, Pengetahuan, Teknologi, dan Keimanan
Tulisan selanjutnya Indonesia Bakal Dijadikan Pusat Keuangan Syariah Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?