Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Murid Aniaya Guru, Tamparan Keras Bagi Dunia Pendidikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2018 20:46 8:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2018 06:00
Bagikan
[Ilustrasi] Hentikan kekerasan dalam pendidikan.
Bagikan

Hidayatullah.com-Publik dibuat geleng-geleng kepala dengan kasus tewasnya seorang guru kesenian di Sampang, Madura, akibat penganiayaan oleh muridnya sendiri.

Kasus tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, kata Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta, Hartini Nara, yang mengaku sangat sedih dengan kejadian ini.

Dari generasi ke generasi, tuturnya, hari ini pendidikan membuahkan siswa yang tega menganiaya gurunya karena persoalan remeh-temeh.

“Ada kemunduran yang sangat luar biasa dalam dunia pendidikan dimana guru menjadi tidak punya wibawa dan menjadi tidak dihormati sebagaimana harusnya,” ucapnya prihatin kepada hidayatullah.com, Senin (05/02/2017).

Baca: Kematian Guru Budi, PII Jatim: Pelajar Indonesia Darurat Moral

Ia menilai, kasus ini lebih disebabkan karena pendidikan akhlak dan moral yang kurang ditanamkan oleh keluarga.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kalau pendidikan di sekolah, ujar Nara, sifatnya membantu. Tapi kalau pendidikan keluarga menjadi dasar tumbuh kembangnya akhlak dan moral seorang anak. Dan karakter ini tidak bisa instan jadi.

“Menanamkan karakter itu butuh waktu bertahun-tahun. Dan itu tidak bisa dimulai ketika anak sudah besar. Justru dari rumah sedini mungkin itu harus sudah ditanamkan,” terangnya.

Ia mencontohkan, “Misal sebelum berangkat sekolah, anak diingatkan kalau guru sedang menjelaskan, tolong didengarkan, atau tidak boleh melawan guru.”

Pesan itu jika disampaikan berulang-ulang, lanjutnya, maka akan masuk ke dalam memori anak. Sehingga anak akan ingat pesan orangtuanya bahwa dia tidak boleh bersikap kasar dan tidak menghormati gurunya.

Baca: Guru Meninggal Dianiaya Murid, Polisi Diminta Usut Tuntas

Di sisi lain, pendidikan akhlak dan moral di sekolah menurutnya kurang mendapat porsi yang sebanding dengan aspek pengetahuan.

Sebenarnya yang lebih penting, kata dia, justru penerapan akhlak murid-murid. Bagaimana guru bisa mengondisikan murid-muridnya untuk menghargai satu sama lain, menghormati orang yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda.

Penanaman akhlak ini, kata Nara, harus berjalan terus dari TK sampai perguruan tinggi.

“Ini mungkin yang kurang. Artinya ada kegagalan dalam dunia pendidikan untuk menanamkan ini,” pungkasnya.* Andi

Baca: Memilih Guru dan Sekolah yang Baik Bagi Anak (1)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Budi CahyonoanakDosen FIP UNJguruguru Budiguru kesenianguru tewas dianiayaHartini Narakekerasan dalam pendidikanmaduramuridmurid aniaya gurunasib gurunirakhlakpendidikPendidikanpendidikan karakterpendidikan keluargapengajarpenganiayaanSampangSMA Negeri I Torjun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BEM UI: Sebelum Rencana Jokowi, Kami Sudah akan Bantu Asmat
Tulisan selanjutnya Setengah Warga Iran Merasa Tidak Suka Kewajiban Pemakaian Jilbab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?