Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KEIN: Indonesia Belum Fokus Garap Sektor Prioritas

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Juli 2018 09:03 9:03 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Juli 2018 14:40
Bagikan
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir dalam Diskusi Dialektika ICMI bertema 'Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat' di Jakarta, Rabu (11/07/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan, pihaknya telah merilis 4 sektor prioritas terkait rooadmap industrialisasi Indonesia 2045 mendatang.

Soetrisno menyebut, sektor itu ditentukan dengan melihat kriteria aspek sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).

“Kriteria ini menjadi dasar pengentasan kemiskinan dan problem gap antara kaya dan miskin,” ujarnya dalam acara Dialektika Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bertema ‘Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat’ di Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Baca: Menurut Peneliti Ini Solusi agar Ekonomi Indonesia Bisa Lari

Ia menjelaskan, sektor pertama yakni agrobisnis. Soetrisno mengungkapkan, Indonesia punya semua syarat SDA dan SDM, hanya saja Indonesia kalah maju dari negara lain karena tidak fokus menggarapnya.

“Kita kalah dengan Thailand, dengan Vietnam. Agrobisnis ini juga meliputi sampai hutannya. Sekarang pengelolaan hutan yang terjadi hanya membuat kaya segelintir orang, rakyatnya tidak,” jelas Wakil Ketua Dewan Penasehat ICMI ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tidak hanya menggeliatkan sektor agro, lanjut Soetrisno, harus juga didukung kebijakan fiskal. Karena banyak pengusaha mikro agrobisnis yang diberatkan dengan pajak. Selain itu, bagaimana pemerintah perlu melakukan proteksi, misalnya mengurangi impor barang-barang agro.

Baca: Prabowo Sebut Ada Paradoks dalam Ekonomi Indonesia

“Walaupun kita ikut WTO harus bisa mengakali. Jepang, kaisarnya bikin fatwa tidak makan beras di luar Jepang. Nah kita tidak punya aturan itu. Kita malah memainkan impor, jual lewat menteri pakai kuota. Kebijakan kita tidak berpihak kepada rakyat,” terangnya.

Sektor prioritas kedua, sambun Soetrisno, adalah maritim dan kelautan. Dimana Indonesia sendiri merupakan negara dengan dua pertiga laut dan salah satu pantai terpanjang di dunia.

“Tapi impor. Harusnya pengusaha nasional kalau impor itu tercela. Ekonomi Pancasila itu di situ. Transportasi laut kita juga 95 persen dikuasai asing. Hasil laut kita dicuri 300 triliun per tahun. Kita tidak memfokuskan pada industri ini,” ungkapnya.

Baca: Amien Rais: “Ekonomi Indonesia belum Berdaulat”

Ketiga, paparnya, adalah sektor turisme. Soetrisno mengatakan, Indonesia yang wisata alamnya sangat terbentang luas, wisata mancanegaranya masih kalah dengan negara kecil seperti Singapura, apalagi dengan Malaysia.

“Bagaimana kita bisa mendatangkan wisatawan semua harus terlibat, jadi akan bangkit,” imbuhnya.

Sektor prioritas terakhir, katanya, yakni bonus demografi. Bagaimana anak muda bisa produktif, bukan justru jadi bencana seperti terkena narkoba, pergaulan bebas, dan semua yang negatif. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan ekonomi kreatif dan digital.

Baca: Emil Salim: Perokok Usia Produktif Ancam Ekonomi Indonesia

“Tapi ekonomi kreatif digital banyak yang dilakukan asing. Kalau dia jual barang Indonesia keluar tidak masalah, tapi ini barang luar ke Indonesia yang jadi soal,” tandasnya.

“Jadi keempat sektor ini semua given (pemberian) dari Tuhan. Dan bisa dikerjakan oleh rakyat. Tidak perlu asing atau TKA China,” pungkas Soetrisno.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agrobisnisbonus demografidigitalekonomiekonomi Indonesiaekonomi kreatifeksporfiskalhutanimporindustrialisasi IndonesiaKEINkelautanKetua KEINKomite Ekonomi dan Industri Nasionallaut IndonesiamaritimPantaipariwisataSDASDMsektor prioritas ekonomiSoetrisno BachirthailandturismeVietnam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Massa “Ulama Muda Jokowi” dikabarkan Dibayar Rp 100 Ribu
Tulisan selanjutnya Zakir Naik Ucapkan Terima Kasih Dibolehkan Tinggal di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?