Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Warga Palu Mengungsi ke Gunung: Gempa Susulan Masih Terjadi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 September 2018 09:58 9:58 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 September 2018 09:49
Bagikan
Warga Tondo, Palu, mengungsi ke kawasan pegunungan setelah gempa dan tsunami pada Jumat (28/09/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Warga Palu, Sulawesi Tengah, sebagian masih mengungsi ke pegunungan setelah gempa dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala kemarin, Jumat (28/09/2018).

Demikian diungkapkan salah seorang warga Palu korban gempa, Ahmad, yang juga Ketua Yayasan Hidayatullah Palu dan Sekretaris DPW Hidayatullah Sulteng.

“(Warga) mengungsi ke gunung (sejak kemarin setelah gempa),” ujarnya kepada hidayatullah.com dalam wawancara putus sambung, Sabtu (29/09/2018). “HP lowbat, jaringan jelek juga,” tuturnya.

Baca: Tsunami Palu dan Donggala, Sejumlah Korban Meninggal, Kondisi Darurat

Ahmad mengungkapkan bahwa hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi.

Saat ditanya sampai kapan mengungsi, Ahmad menjawab, “Belum tahu, karena gempa susulan masih terjadi.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menuturkan, gempa kemarin berkekuatan 7,7 skala richter (berdasarkan informasi awal yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 SR). Setelah gempa itu, “sekitar 1 menit kemudian tsunami, sekitar jam 16.05 WITA,” tuturnya.

Saat tsunami terjadi, Ahmad masih berada di kawasan Pesantren Hidayatullah di Tondo, Palu, tempat tinggalnya. Ia mengaku melihat langsung datangnya arus air dari laut (Teluk Palu). Ia pun bergegas melarikan diri ke atas gunung dengan memboyong anak-istrinya.

“(Saat tsunami, saya) masih sekitar kampus, kami berkejaran dengan air,” tuturnya.

Baca: Tsunami Palu Setinggi 1,5 Meter

Ia merasakan kepanikan saat itu.

“Panik sekali, untung saja masih ada (sepeda) motor yang stand by, dan jarak antara laut dan gunung tidak terlalu jauh,” ungkapnya.

Kepanikan juga diraksakan anak dan istrinya. “Panik, histeris,” ungkapnya.

Sementara itu, Tim SAR Nasional Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia saat ini sedang dalam perjalanan menuju Donggala dan Palu. Tim SAR Hidayatullah Sulut sedang menempuh perjalanan darat.

“Tiba di Donggala diperkirakan maghrib,” ujar Murdianto, salah seorang anggota Tim SAR tersebut di sela-sela perjalanan dengan roda empat ke Donggala, kepada hidayatullah.com melalui pesan singkatnya, Sabtu pagi.*

Baca: [Foto] Kondisi Palu Pasca Tsunami

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daruratDonggalafoto tsunamigempa bumigempa Donggalagempa Palugempa SultengHidayatullahHidayatullah PaluPaluSulawesi TengahSultengTondoTsunamitsunami Donggalatsunami Palutsunami Sulteng
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] Kondisi Palu Pasca Tsunami
Tulisan selanjutnya Enam Orang Syahid dalam Aksi “Great Return March” Jumat ke-27

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?