Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ekonom: Ada Ketidakadilan Pemerintah Terhadap Rakyat Papua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2019 09:58 9:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2019 09:54
Bagikan
Rizal Ramli di Food Station, Kompleks Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ekonom senior, Rizal Ramli, menyebut adanya ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat Papua, terutama pada aspek ekonomi. Diketahui, kondisi sosial masyarakat Papua dan Papua Barat belum sepenuhnya stabil, meskipun berangsur kondusif.

Rizal mengatakan, negara yang adil pasti dicintai rakyat. Semakin gencarnya seruan Papua ingin merdeka, hal ini justru perlu dijadikan bahan introspeksi untuk pemerintah.

“Misalnya ingin merdeka, itu ungkapan ketidakadilan. Makanya dulu Gus Dur justru merangkul,” ujarnya, Senin kutip INI-Net, Selasa (27/08/2019).

“Kita adalah saudara. Kalau ada kelemahan, pemerintah pusat ngaku minta maaf. Kita perbaiki jangan sampai menggunakan kekerasan sebagai jalan satu-satunya,” tambahnya.

Baca: Pengibaran Bintang Kejora Depan Istana dinilai Mengoyak NKRI

Rizal mengaku bahwa ia pernah nyaris diadili di Kejaksaan Agung (Kejagung) karena memperjuangkan Freeport untuk Papua. Saat itu, ratusan tokoh Papua pun datang ke Kejagung dengan mengenakan koteka, pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki khas Papua.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kawan-kawan Papua tahu persis bahwa saya memperjuangkan agar dana otsus (otonomi khusus) bermanfaat bagi Papua. Bahkan pada zaman Gus Dur, saya berjanji kalau ada hasil negosiasi, manfaatnya itu terutama untuk rakyat Papua,” ungkap pria yang akrab disapa RR ini.

Mengutip perkataan Gubernur Papua Lukas Enembe, rakyat Papua itu tak butuh jalan-jalan tol, namun mereka ingin hidup yang enak dan nyaman. Ironisnya, kata RR, anggaran pemerintah sebesar Rp 62 triliun per tahun untuk 3,5 juta rakyat Papua dinilai belum tersalurkan dengan baik.

Menurutnya, rakyat di kampung-kampung dan di gunung-gunung, nyaris tidak menerima apa-apa karena dikorupsi oleh pejabat Pusat dan pejabat Papua.

“Karena hari ini kalau Rp 62 triliun dibagi tiga setengah juta orang, itu berarti tiap orang mendapatkan Rp 17,7 juta, tapi rakyatnya enggak dapat apa-apa,” sebutnya.

Baca: Teroris Bersenjata Ancam Warga Papua di Jayawijaya, Aparat Tembak Mati

Dalam moment Pilpres 2019 lalu, RR mengusulkan pergantian sistem subsidi seperti di Alaska. Alaska punya gas dan minyak Bumi melimpah dan penduduknya diberikan ATM setiap bulannya untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah Amerika Serikat.

“Jadi, doakan ini bisa. Saya mau tiga setengah juta penduduk Papua dikasih ATM di desa-desa,” akunya.

RR pun mendesak agar Undang-Undang tentang Dana Alokasi Khusus (DAK) yang merupakan produk kebijakan tahun 2000 itu segera direvisi.

“Dulu itu, saya membuat UU desentralisasi tapi pelaksanaannya Pak Habibie nggak sanggup, keburu diganti,” akunya.

Menurutnya, UU DAK perlu diubah segera supaya daerah-daerah penghasil mineral emas, tembaga, dan nikel seperti Papua, serta sumber daya perikanan atau maritim di Maluku, turut mendapatkan hasil dari ekspor. Jadi, hasilnya bukan dinikmati oleh pengusaha saja.

“Kita harus ubah undang-undang itu sehingga Papua yang banyak migasnya, SDA-nya, menerima manfaat dari kegiatan ekspor,” ungkapnya.

Baca: LBH-YLBHI Kecam Diskriminasi Rasial atas Mahasiswa Papua

Pengubahan sistem subsidi dan UU DAK itu didasari fakta bahwa penyaluran dana untuk rakyat Papua, rentan dikorupsi kalau melalui birokrasi. “Sekarang kan pendekatannya proyek. Segala macam diproyekin,” ujarnya.

Sebelumnya, pasca kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengaku akan tetap menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiketidakadilanotonomi khususPapuaPapua BaratRizal RamliRR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaringan LPPOM MUI Sudah Ada di 34 Provinsi se-Indonesia
Tulisan selanjutnya Laznas BMH Raih Dua Gelar Terbaik Baznas Award 2019

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?