Hidayatullah.com-Mmunculnya fenomena lelaki yang hobi mengenakan hijab/cadar dan bergabung di komunitas atau kegiwatan muslimah termasij salah fenomena penyimpangan orientasi seksual, demikan disampaikan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.
“Dari sisi orientasi seksual, ini menyimpang, “ ujarnya kepada hidayatullah.com hari Senina (14/10/2019).
Fenomena trend ini merupakan bagian dari sebuah spectrum, yang semula tertutup kini menjadi lebih terbuka (coming out). Dari sebatas perasaan ke perbuatan, dulu terbatas kini lebih meluas, dan semakin susah untuk dilakukan orientasi kembali, tambahnya.
Pernyataan ini muncul di sataan masyarakat tengah cemas maraknya berita di medsos terkait munculnya kelompok crosshijaber, sekelompok pria yang hobi menggunakan hijab/cadar, menyusup masuk dalam kegiatan aktivitas muslimah.
“Ya ini modus untuk mengacaukan tatanan. Bukan ‘sebatas’ mengekspresikan diri, tapi sudah sengaja mengganggu pihak lain, “ tambah dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK.
Ia juga mengatakan, fenomena sudah pernah menjadi keresahan masyarakat dan dibahas di Komisi VIII pada tanggal 17 Februari 2016 lalu, khususnya terkait maraknya LGBT.
“Saya teringat pernyataan yang keluar dari rapat Pemerintah dan Komisi VIII DPR pada 17 Februari 2016 bahwa LGBT masalah sosial yang mengancam kehidupan beragama, ketahanan keluarga, kepribadian bangsa, serta ancaman potensial terhadap sistem hukum perkawinan di Indonesia,” ujarnya.
Terkait dengan isu kegiatan mereka yang masuk ke ruang private lawan jenis, ia mengatakan hal ini jelas sangat mengganggu dan bisa masuk delik pidana.
“Pidana sesuai {asal 167 ayat (1) KUHP,” ujarnya. Apalagi kalau menggunakan KUHP baru belum disahkan. Pelaku bisa dikenakan pasal tentang ‘tindak pidana keagamaan’.
Dengan posisi sedemikian rupa yang diangkat oleh Pemerintah di hadapan wakil rakyat itu, ia menafsirkan kaum tersebut juga radikal dan makar.
“Ancaman bagi kehidupan bangsa yang relijius sama dengan ancaman terhadap Pancasila,” ujar alumnus The University of Melbourne ini.
Kelompok ‘Crosshijaber’, pria yang sengaja berpakaian hijab dan cadar layaknya para muslimah dua hari ini merisaukan publik.
Tidak hanya berpakaian saja yang aspal, mereka bahkan sengaja bercadar, mereka bergabung area-area seperti pusat perbelanjaan, toilet wanita, masuk masjid dan ikut di kegiatan muslimah.
Keresahan munculnya kelompok ini juga menjadi perbincangan di dunia maya.
“Crosshijaber ini sebenernya meresahkan. Bukannya gue gak suka ada laki-laki crossdress jadi perempuan, gue gak masalah kok. Yg jadi masalah adalah ada orang2 ini yg berani masuk syaf perempuan di masjid, gak menutup kemungkinan jg mereka masuk toilet perempuan,” ujar ciutan Tina @TAKAHIISA melalui twitternya.
Sementara itu, sejumlah akun yang biasanya nongrong di tagar #crosshijaber kini banyak dikunci, foto-foto profilnya telah hilang.*