Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

BNPB: Tsunami Bencana Berulang, Ahli Geologi: Siaga dan Tingkatkan Ketakwaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2019 08:24 8:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2019 08:24
Bagikan
Masjid Raya Baiturrahman dipenuhi sampah dan mayat saat tsunami Aceh, 26 Desember 2004 silam
Bagikan

Hidayatullah.com– Lima belas tahun berlalu bencana alam tsunami Aceh 2004. Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Donni Monardo, tsunami merupakan bencana yang berulang.

Letjen Donni pun menganggap bahwa bencana alam bukanlah hukuman Tuhan, melainkan kejadian alam yang berulang. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Aceh untuk menghadiri peringatan 15 tahun tsunami Aceh.

“Keyakinan saya ini datang dari apa yang terekam di Gua Eek Lunttie Aceh Besar,” sebutnya kemarin kutip RRI.co.id, Kamis (26/12/2019).

Baca: Manuskrip Kuno Ungkap Kisah Jejak Tsunami Aceh

Menurut Donni, Gua Eek Lunttie menjadi bukti yang telah paling tidak ada 14 kali gempa dan tsunami sejak 7.500 tahun silam, dan yang terakhir terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam di Aceh. Gua Eek Lunttie terletak di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Donni menilai, Gua Eek Lunttie merupakan rekaman terbaik terhadap kejadian gempa dan tsunami Aceh yang berulang dan dijadikan sebagai iktibar bahwa gempa dan tsunami merupakan kejadian alam yang menurutnya harus disikapi dengan rasionalitas dan budaya siaga.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ini bukan hukuman apalagi kutukan tetapi adalah bencana alam yang perlu disikapi dengan sikap siaga untuk tidak jatuh korban. Kita harus jaga alam, dan alam akan jaga kita,” sebutnya.

Ia mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan Geoprak Gua Eek Lunttie di Aceh Besar dibuat acara khusus, sebagai upaya memberitahukan dunia bahwa kejadian gempa dan tsunami Aceh adalah berulang. “Dari sana kita bangun kesiap-siagaan supaya tidak jatuh korban,” tegasnya.

Baca: Jejak-jejak Tsunami Aceh

Ia mengaku, hasil kunjungannya ke berbagai belahan Indonesia bahwa bencana itu banyak berulang, bahkan ada di satu tempat yang sama. Yang paling penting menurutnya, bagaimana masyarakat diberitahu dan adanya kesungguhan pemerintah dan semua pihak untuk memberitahu kepada masyarakat agar siaga.

Menurutnya, BNPB akan memasyarakatkan Keluarga Tangguh Bencana sampai ke desa. Katana yang diluncurkan di Aceh juga sebagai salah satu strategi pihaknya melakukan kesiap-siagaan bencana.

“Saya saat tsunami Aceh berada di Lhokseumawe dan hari kedua sudah berada di Banda Aceh dan ketiga di Meulaboh, dari sana saya berkenyakinan kalau orang Aceh saat itu punya pengetahuan seperti orang Simuelue, maka tidak akan banyak korban,” sebutnya.

Baca: Tsunami Aceh, Melahirkan “Tsunami” Batinku

Sementara itu secara terpisah, Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia Aceh, Faizal Adriansyah, yang juga penulis buku Aceh Laboratorium Bencana, mengatakan gempa bumi sampai saat ini belum bisa dipahami oleh para ahli.

Gempa bisa saja datang secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diharapkan terus membekali masyarakat dengan ilmu pengetahuan tentang bencana. Ia pun mengajak umat untuk meningkatkan ketakwaannya.

Menurutnya, gempa dan tsunami Aceh 2004 harus dipahami sebagai bencana terbesar pada abad ini. Musibah itu bisa saja datang tiba-tiba, manusia tidak pernah tahu kapan terjadinya.

Menurutnya, secara ilmu geologi, seluruh Indonesia kecuali Kalimantan masuk dalam daerah rawan bencana.

“Yang diperlukan sekarang adalah membangun masyarakat tangguh bencana, tetap siaga dan terus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan. Jangan pernah lupakan sejarah,” ujarnya saat ditemui media pada Sabtu (21/12/2019) di ruang kerjanya kutip Kumparan.com.

Sebelumnya diberitakan hidayatullah.com, para ilmuan Kota Serambi Makkah terdahulu telah menuangkan tradisi tentang kebencanaan dalam sebuah karya tulis, jauh sebelum peristiwa bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 melanda Aceh yang menewaskan ratusan ribu korban jiwa itu.

Diketahui Aceh merupakan daerah yang rentan terhadap terjadinya bencana. Musibah yang terjadi di Aceh selama ini ternyata sudah dipelajari oleh para leluhur terdahulu.

Leluhur pada masa itu, sesuai kondisi dan kemampuan mereka, telah mewariskan dalam bentuk tulisan manuskrip yang disesuaikan dengan alam dan geografis wilayah Aceh kala itu.

Baca: Korban Tsunami Aceh Bahagia Terima Daging Qurban

Tarmizi A Hamid, kolektor manuskrip (kitab kuno) Aceh, mengungkapkan, dari ratusan kitab kuno yang ia koleksi, ada salah satu kitab tanpa nama, karya ulama dan pemikir sufi abad ke-18, yang begitu detail menjelaskan tentang terjadinya bencana di Aceh.

“Naskah ini begitu detail, menyebutkan pada bulan apa dalam kalender Islam, kalau bulan Rabiul akhir terjadi apa, pada bulan Rajab, pokoknya dalam 12 bulan Islam ada tertulis,” ujar Tarmizi saat ditemui di kediamannya, Ahad (03/03/2019).

15 tahun lalu, tepatnya pada 26 Desember 2004 silam, gempa berkekuatan 9,1 – 9,3 skala Richter mengguncang Aceh. Dalam sekejap, Aceh porak poranda oleh gempa dan tsunami yang ditimbulkannya. Bencana ini menelan lebih dari 200 ribu korban jiwa, bahkan hampir semua bangunan ikut tersapu dan rata dengan tanah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehahli geologiBNPBDonni Monardosejarah AcehSerambi MakkahTsunamitsunami Aceh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Legislator Dorong Pendekatan Sosial Ekonomi Agama Terkait Abu Sayyaf
Tulisan selanjutnya ’Tsunami Pelecehan Seks’ Guncang ‘Kerahasiaan Kepausan’ Gereja Katolik Roma [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?