Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hidayatullah Akan Gelar “Munas V(irtual)” 2020, Tetap Memperhatikan Dinamika Pandemi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 September 2020 17:43 5:43 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 September 2020 17:43
Bagikan
Logo Munas V Hidayatullah, disebut juga "Munas V(irtual)" 2020
Bagikan

Hidayatullah.com– Ormas Hidayatullah akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) kelima secara virtual pada bulan Oktober 2020. Pusat kegiatan munas ini di kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dengan 34 titik lain sebagai perwakilan tiap-tiap DPW Hidayatullah di daerah.

Hingga saat ini, Rabu (02/09/2020), panitia terus mempersiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan Munas Hidayatullah yang pertama kali akan digelar secara daring itu. Musyawarah tertinggi ormas tersebut kali ini digaungkan jamaahnya dengan istilah “Munas V(irtual)”, akronim dari “Munas V secara Virtual”.

“Munas Hidayatullah kali ini akan kita lakukan secara online berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Majelis Syura Hidayatullah,” ujar Ketua Panitia Munas V Hidayatullah Wahyu Rahman.

Munas V Hidayatullah tahun 1442H/2020M ini akan digelar pada tanggal 29-31 Oktober mendatang, dengan mengusung tema “Meneguhkan Komitmen Keummatan Menuju Indonesia Bermartabat”.

Panitia menegaskan akan adanya pemberlakuan ketat protokol kesehatan pada acara Munas ini selama di lokasi acara, baik yang berpusat di Kampus Hidayatullah Depok, maupun di titik-titik lainnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ormas yang punya lebih dari 300 pondok pesantren dan perwakilan di berbagai kabupaten/kota se-Indonesia ini menggelar Munas secara daring dengan berbagai pertimbangan. Terutama pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih belum berakhir. Kondisi saat ini, dinilai sangat tidak memungkinkan mengumpulkan orang banyak.

Panitia Munas sudah dan terus melakukan berbagai upaya dan menyiapkan segala kebutuhan agar Munas daring ini berjalan sebagaimana diharapkan. “Namun kita tetap memperhatikan dinamika yang terjadi terkait wabah Covid-19 dari sekarang sampai akhir Oktober nanti. Segala sesuatu masih bisa berubah menyesuaikan kondisi,” kata Wahyu Rahman menegaskan.

Menurutnya, dengan banyaknya jaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia, dibutuhkan kesiapan yang matang. Seluruh panitia dan tim pekerja Munas Hidayatullah telah berusaha untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan sehingga acara berlangsung sebaik-baiknya.

Panitia pun menyiapkan segala kebutuhan untuk sukses penyelenggaraan acara ini, antara lain kelengkapan perangkat teknis termasuk memaksimalkan jaringan internet.

Begitu pula, katanya, segenap DPW Hidayatullah terus bekerja serta bergegas menyambut Munas V tersebut.

“Kita juga telah berkoordinasi ke masing masing perwakilan DPW untuk menyiapkan segala sesuatunya,” kata Wahyu Rahman yang juga seorang dai ini.

Sejarah Singkat Hidayatullah

Sebagaimana diketahui, cikal bakal ormas Hidayatullah dimulai sejak 7 Januari 1972 atau 2 Dzulhijjah 1392 Hijriyah berupa sebuah pesantren di Karang Bugis, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesantren ini diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang saat itu dijabat oleh Prof Dr Mukti Ali, pada tahun 1976. Kemudian, Ustadz Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah, membuka kampus baru di Gunung Tembak yang kemudian saat ini dikenal sebagai Kampus Ummul Quro Hidayatullah.

Saat ini, di Kampus Ummul Quro Hidayatullah yang berada di atas lahan wakaf seluas sekitar 120 hektare ini telah berdiri masjid, gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, aula pertemuan, kantor, guest house, perumahan warga, juga dilengkapi sarana umum serta lingkungan hijau yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak asri.

Tak heran bila pada tahun 1984, Presiden Soeharto menganugerahkan Kalpataru kepada Ustadz Abdullah Said karena beliau dinilai mampu mengubah kawasan kritis di Gunung Tembak menjadi lingkungan pesantren yang hijau dan asri. Di tengah lokasi pesantren terdapat danau buatan yang tidak pernah kering meski sedang musim kemarau.

Dalam perkembangan selanjutnya, Ustadz Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah pedalaman dan minoritas Muslim. Di tempat tugas tersebut, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang-cabang pesantren. Pada akhirnya, tersebarlah pesantren ini ke berbagai penjuru Indonesia.

Setelah Ustadz Abdullah Said wafat tahun 1998, kepemimpinan Hidayatullah dilanjutkan oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad. Tak berapa lama setelah itu terbentuklah Dewan Eksekutif yang bertugas menyelenggarakan pertemuan nasional untuk menentukan arah dan bentuk Hidayatullah ke depan.

Melalui Musyawarah Nasional pertama tanggal 9-13 Juli 2000 di Balikpapan, Hidayatullah secara resmi mengubah bentuknya dari organisasi sosial menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan 5 jenjang kepengurusan, yakni nasional/pusat, wilayah/provinsi, daerah/kabupaten-kota, cabang/kecamatan, dan ranting/desa-kelurahan. Pengurus Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta.

Adapun Pondok Pesantren Hidayatullah Depok terletak di Jl Raya Kalimulya, Kelurahan Kalimulya RT 01 RW 05, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Pesantren ini berdiri di atas lahan wakaf seluas 3,5 hektare.

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Depok dirintis sejak tahun 1989. Kegiatan pertama di masa perintisan berupa penggarapan lahan dan silaturrahim kepada masyarakat sekitar.

Tahun 1990 dimulai pendirian masjid dan dinamakan Masjid Ummul Quro, dengan harapan masjid tersebut menjadi pusat kegiatan bagi santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren.

Berdirinya masjid menjadi inspirasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan di pondok. Kegiatan pendidikan, dakwah, dan layanan sosial mulai dijalankan dengan menampung, menyantuni, dan mendidik anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Saat ini kegiatan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok berfokus menyelenggarakan pendidikan antara lain baby house, play group, TK, SD, SMP, MA, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah. Kegiatan yang melayani tidak kurang dari 400 santri ini juga didukung oleh kegiatan sosial, dakwah, dan ekonomi.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahMunas HidayatullahMunas V HidayatullahMunas Virtualormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIT: Virus Game Judi Online Kembali Mewabah di Aceh, Pemerintah Diam
Tulisan selanjutnya Kekhalifahan Utsmani yang Mengubah Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?