Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wantim MUI: Ulama Berkewajiban Meluruskan Arah Bangsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 November 2020 06:00 6:00 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 November 2020 06:00
Bagikan
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Prof Didin Hafidhuddin pada pembukaan Munas X MUI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/11/2020) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Prof Didin Hafidhuddin, menyatakan bahwa para ulama berkewajiban meluruskan arah bangsa dan negara kalau terjadi ketidaksesuian dengan UUD 1945 dan Pancasila yang murni dan konsekuen.

Demikian disampaikan Prof Didin dalam konteks menjelaskan tema Musyawarah Nasional X MUI “Meluruskan Arah Bangsa dengan Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen” saat memberikan sambutan semalam.

“Dan bila ada yang terjadi tidak sejalan, maka kewajiban kita para ulama meluruskan arah tersebut agar sejalan dengan UUD 1945, Pancasila yang murni dan konsekuen,” ujar Prof Didin yang hadir secara luring di arena Munas X MUI, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Baca: Prof Din: MUI Harus Mengukuhkan Posisi sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Prof Didin menerangkan, di antara peran MUI selama ini sangat signifikan. Melaksanakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar, mengembangkan ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam mewujudkan kesatuan umat Islam.

Dalam rangka membangun ukhuwah Islamiah yang kuat itu, Wantim MUI hampir setiap bulan, bahkan sepekan sekali bersilaturahim melakukan ta’liful qulub dan fikr untuk diputuskan bersama. “Dengan harapan ada kesatuan langkah memecahkan masalah ekonomi yang berpihak kepada golongan lemah, demikian juga hukum, keadilan, pendidikan, dan masalah lainnya,” ujar ulama yang juga Ketua Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kiai Didin berharap melalui Munas X, MUI menghasilkan kepemimpinan baru yang mempertahankan tugas MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah), serta menjaga ukhuwah Islamiyah yang semakin baik. “Itulah yang harus kita jaga bersama-sama,” pesannya.

Ia juga menerangkan perihal istilah wasathiyah yang berasal dari wasatha yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 143. Di dalam banyak tafsir, jelasnya, dinyatakan bahwa wasathan adalah umat yang terbaik, umat yang adil yang menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan umat yang menempatkan sesuatu di antara dua kutub, di antara kubu yang rigid dan kaku dengan kubu liberalisme yang bebas.

“Karena itu, bangunan yang kita bangun bersama dengan kecintaan kepada negara ditopang landasan kuat yaitu wasathiyatul Islam,” sebutnya, menambahkan, bangunan Indonesia merupakan bangunan religius yang juga bergantung pada implementasi ajaran agama sendiri. “Peradaban Indonesia adalah identik dengan keberkahan, selalu bertambahnya kebaikan dan kemanfaatan,” tambahnya.

Baca: Siapa Pengganti KH Ma’ruf Amin? Ini Kriteria Sosok Ulama Ketua Umum MUI yang Diharapkan

Tak lupa, Prof Didin mengajak segenap peserta munas untuk mendoakan Indonesia agar segera dikeluarkan dari pandemi Covid-19. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menyelamatkan bangsa Indonesia dari musibah yang dinilai berat itu.

“Saudara-saudara kita yang menderita Covid-19 mudah-mudahan diangkat penyakitnya dan yang meninggal menjadi syahid dan khusnul khatimah,” ujarnya berharap.

Sementara Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin tidak hadir dalam pembukaan Munas X MUI tersebut. “Dengan menyesal dan memohon maaf, karena alasan tertentu, saya tidak dapat menghadiri Munas,” ujar Din dalam pesan tertulisnya pada Selasa (24/11/2020) diterima hidayatullah.com.

Dalam pesannya itu pula, Din menekankan bahwa MUI harus mengukuhkan posisi sebagai mitra kritis pemerintah, dengan tidak segan dan sungkan membela jika pemerintah benar dan mengoreksi jika ia salah. “Elan vital sebagai Gerakan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar harus tetap ditegakkan. MUI perlu dipimpin oleh ulama yang berintegritas dan beristiqamah memperdulikan nasib umat Islam,” pesannya.

Munas X MUI digelar di Hotel Sultan Jakarta, Rabu-Jumat (25-27/11/2020), dibuka Presiden Joko Widodo dan akan ditutup Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Munas berlangsung secara luring dan daring. Peserta luring merupakan pengurus MUI Pusat dan perwakilan daerah, sedangkan peserta daring adalah para pengurus daerah. Munas X MUI ini akan membahas sejumlah agenda penting antara lain fatwa, rekomendasi, dan pergantian kepengurusan dan puncak pimpinan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Didin HafidhuddinDin SyamsuddinIslam WasathiyahMUIMunas X MUIWantim MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres: MUI Masih Mendapat Kepercayaan dari Masyarakat dan Pemerintah
Tulisan selanjutnya Muslimat Hidayatullah: Keadaban Sangat Diprioritaskan dalam Sistem Pendidikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?