Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PDIP Tuding 10 Sekolah di Jakarta Intoleran, Klaim Paksakan Jilbab Hingga Diskreditkan Megawati Jadi Alasan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2022 13:56 1:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Agustus 2022 13:55
Bagikan
Sekolah intoleran PDIP
Bagikan

Hidayatullah.com—PDIP DKI Jakarta menuding 10 sekolah di Jakarta berlaku intoleran. Hal itu berdasarkan klaim pemaksaan jilbab hingga tindakan mendiskreditkan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Fraksi PDIP DKI Jakarta sendiri sempat memanggil Dinas Pendidikan DKI, buntut tudingan adanya siswi yang dipaksa mengenakan jilbab oleh sekolahnya, di ruang rapat Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Rabu (10/8/2022). Dalam pemanggilan itu, PDIP juga menghimpun daftar 10 sekolah negeri di Jakarta yang ia tuding intoleran terhadap anak didiknya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengklaim pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan DKI sebagai respons dari pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada fraksi. Menurutnya, pemanggilan itu dilakukan agar tidak ada simpang siur informasi.

“Alhamdulillah tadi dari penjelasan Bu Kadis (Nahdiana) kita mendapatkan tiga jaminan ya. Jaminan pertama bahwa Dinas Pendidikan Jakarta menjamin tumbuh dan berkembangnya keberagaman di sekolah, yang kedua ada jaminan tidak ada lagi pemaksaan terkait dengan atribut-atribut di sekolah,” kata Gembong, setelah rapat tersebut.

Terakhir, kata dia, Disdik DKI juga akan menjamin kenyamanan jalannya pendidikan di sekolah tercapai dengan baik. Gembong menyebut, PDIP DPRD DKI Jakarta akan terus mengontrol dan mengawasi kejadian serupa tidak terulang lagi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tadi saya sampaikan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Disdik, tapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama agar dunia pendidikan Jakarta kita harapkan mampu menjadi laboratoriumnya keberagaman di DKI Jakarta,” katanya.

Berikut adalah daftar 10 sekolah yang dituding Intoleran versi PDIP:

  1. SMAN 101 Jakarta Barat

Dalam laporan menurut PDIP, seorang warga mengeluhkan tentang murid non Muslim yang disebut diwajibkan mengenakan kerudung setiap Jum’at. Sekolah, menurut laporan, mengungkap alasan hal itu karena penyeragaman.

  1. SMAN 58 Jakarta Timur

    Dalam laporan menurut PDIP, salah satu guru di sekolah itu, TS, disebut melarang para muridnya memilih Ketua OSIS non-Muslim. Tudingan itu muncul usai beredar tangkapan layar yang berisikan instruksi rasis oleh TS dalam sebuah grup perpesanan.
  2. SMPN 46 Jakarta Selatan

    Laporan versi PDIP mengungkap, siswi kelas 7 sempat ditegur karena tak menggunakan jilbab di lingkungan sekolah.
  3. SDN Cikini 2 Jakarta Pusat

    Pengurus SDN Cikini 2 dituding mewajibkan seluruh muridnya memakai baju muslim pada saat bulan Ramadhan. Hal itu, menurut PDIP, dilakuakan meski di sekolah itu ada juga siswa dan siswi yang tak beragama Islam.
  4. SMKN 6 Jakarta Selatan

    Pada Juli 2022, murid-murid SMKN 6 Jakarta Selatan dipaksa mengikuti mata pelajaran Kristen Protestan. Padahal, mereka merupakan penganut agama Hindu dan Buddha.
  5. SMPN 75 Jakarta Barat

    Ada laporan bahwa salah satu murid di sana dipaksa menggunakan jilbab. Sebelum menggunakan jilbab, murid itu mendapatkan sindiran dari guru di sekolah itu.
  6. SMPN 74 Jakarta Timur

    Murid di SMPN 74 Jakarta Timur disebut dipaksa menggunakan jilbab. Pihak sekolah juga dituding memaksa setiap murid didik untuk menandatangani surat pakta integritas yang salah satu poinnya berisikan soal semua murid harus mengikuti kegiatan keagamaan dan wajib mengenakan jilbab.
  7. SDN 3 Tanah Sareal Jakarta Barat

    Murid di SDN 3 Tanah Sareal diwajibkan mengenakan celana atau rok panjang. Hal itu, menurut PDIP, menyebabkan para muridnya tak bergerak leluasa.
  8. SMPN 250 Jakarta Selatan

    PDIP melaporkan bahwa salah satu guru di SMPN 250 diduga membuat soal ujian akhir sekolah yang dinilai mendiskreditkan eks Presiden dan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. Guru itu juga disebut mengampanyekan citra Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
  9. SDN 3 Cilangkap Jakarta Timur

    Laporan PDIP menyebut, Murid SDN 3 Cilangkap beragama non-Nuslim dipaksa mengikuti kegiatan Islami dan diwajibkan berperilaku layaknya seorang Muslim. Mulai dari cara menyapa, berkegiatan di lapangan, pengajian di dalam mushala, dan berdoa ketika pulang.*
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DKI JakartaintoleransiMegawati SoekarnoputriPDIPSekolah Intoleran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Luqman Si Orang Bijak
Tulisan selanjutnya Beredar Daftar Sekolah Intoleran Versi PDIP, Fahmi Salim: Umat Islam Rilis Juga Daftar Partai Korup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi

Berita
22 Juni 2026 11:59
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?