Hidayatulleh.com—Seorang penulis ternama Israel, Gedeon Levi menuding pimpinan militer zionis menyembunyikan apa yang terjadi di Timur Shujaiyah pada awal agresi.
Dalam makalah yang ditulisnya, Sabtu (16/08/2014) Levi menegaskan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah pimpinan Brigade Gholan tewas, termasuk pimpinan intelijen, logistik, komunikasi dan teknis, namuan informasi ini banyak ditutupi.
Ia juga menjelaskan, tentara Israek tak memprediksi bencana yang sulit tersebut, mereka membakar semua yang ada untuk menyelamatkan para pimpinan yang tersisa dan mengevakuasi korban luka.
Menurutnya, kronologis rincian pertempuran Shujaiyah yang terungkap dan sempat menggoncangkan militer zionis, pertempuran di Shujaiyah adalah pertempuran tersulit yang pernah dihadapi penjajah zionis dalam sejarahnya.
Sebelumnya pasukan elit Israel dari Brigade Gholani juga mengkisahkan kesaksian tentang ketakutan mereka saat menghadapi pasukan Izzuddin al-Qassam. [baca: Kesaksian Serdadu Golani: Kami Memerangi Pasukan yang Tidak Terlihat]
Biaya Besar
Sementara itu, seorang komandan penting di bagian teknologi dan logistik di militer Israel mengungkap kepada harian Ma’arev hari Jumat bahwa biaya logistik dari peralatan, bekal, makanan setiap harinya dalam agresi ke Gaza mencapai 15 juta Shekel (4 juta USD). Total biaya logistik selama agresi mencapai 450 juta Shekel atau 122 juta USD.
Selain itu, ada biaya 2 – 4 milyar Shekel yang merupakan nilai ganti rugi bagi tentara cadangan, peluru. Ini belum biaya operasi udara setiap hari yang dilakukan pasukan udara Israel ke Jalur Gaza.
Komandan Israel ini mengungkap, untuk konsumsi bahan bakar pesawat tempur meningkat menjadi 90% dibanding dalam operasi “Pillar of Claud” tahun 2012. Tidak termasuk konsumsi solar naik 70%, merekrut pasukan dalam 1072 kendaraan bus, 1147 kendaraan militer, dan lebih dari 1000 truk.
Israel mungkin akan melakukan kalkulasi detail tentang kerugian wilayah pemukiman Yahudi yang berada di sekitar Jalur Gaza akibat penempatan kendaraan militer Israel karena limba di sana.*