Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Museum Sejarah Modern Palestina Akan Berdiri di Ramallah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2014 07:38 7:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2014 07:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah Museum sejarah Palestina akan berdiri di Ramalah. Pendirian Museum ini diharapkan dapat dibuka pada musim gugur 2014, yang menandai selesainya tahap konstruksi pertama.

Ada sekitar 10 juta warga Palestina yang tersebar di empat penjuru dunia. Generasi-generasi Palestina ini lahir, besar, bahkan hingga tua jauh dari tanah air mereka. Sebuah museum baru sekarang dibangun untuk menghubungkan sesama warga  Palestina ini, dan menghubungkan mereka dengan budaya, sejarah dan masyarakat  Palestina modern dan kontemporer, demikian tulis seorang penulis lepas dari Mesir, Yomna El-Saeed, yang dimuat di OnIslam.net baru-baru ini.

Gagasan  “The Palestinian Museum” ini bermula pada tahun 1997, ketika para anggota Dewan Pengawas Asosiasi Kesejahteraan menyadari kebutuhan pendirian museum sejarah modern di Palestina yang didedikasikan untuk melestarikan dan memperingati sejarah Palestina, terutama peristiwa Nakba yang terjadi pada 1948.

Asosiasi Kesejahteraan adalah sebuah LSM yang didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok tokoh bisnis dan intelektual Palestina untuk memberikan bantuan pembangunan dan kemanusiaan.

Mereka bertujuan untuk membantu warga Palestina di Jerusalem termasuk Tepi Barat, Jalur Gaza, Wilayah 1948, serta masyarakat Palestina di Lebanon. Pada 11 April  2013, ketika Asosiasi Kesejahteraan merayakan ulang tahun ke-30 melakukan upacara peletakan batu pertama museum ini di kotapraja Birzeit di Ramallah. Peristiwa penting ini diliput secara luas di media Palestina, Arab dan internasional.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Perubahan-perubahan

Serangkaian perubahan secara konseptual terjadi setelah muncul perkembangan-perkembangan terkini, dan yang paling penting adalah terjadinya peristiwa intifada kedua pada tahun 2000; hal itu mengarah kepada pertimbangan ulang tujuan di balik pendirian museum.

Nama museum kemudian berubah dari “The Palestinian Museum of Memory” menjadi “The Palestinian Museum” yang  mencerminkan pergeseran tujuan utama dari mengenang sejarah kepada menghadirkan diri sebagai institusi budaya yang bertindak sebagai agen pemberdayaan dan integrasi untuk warga Palestina di seluruh dunia.

Misi museum ini sekarang menjadi “didedikasikan untuk eksplorasi dan pemahaman tentang budaya, sejarah dan sosial Palestina dan rakyatnya. Sebagai ruang untuk mengumpulkan gabungan yang inovatif dari pameran, penelitian, dan program pendidikan, museum ini adalah tempat untuk inspirasi, dialog, dan refleksi.

Melalui platform digital dan mitra internasional memungkinkan museum ini berhubungan dengan warga Palestina di mana pun mereka berada di dunia ini dan semua pihak yang konsen pada Palestina. Sedangkan tujuan museum ini adalah menghubungkan 10 juta warga Palestina yang tersebar di seluruh dunia.

Museum ini mensurvei lembaga-lembaga dan pusat-pusat kebudayaan di wilayah 1948 sebagai bagian dari upaya museum menuju pembentukan jaringan kemitraan yang efektif di beberapa negara di seluruh dunia. Museum baru ini bertujuan menandatangani perjanjian-perjanjian dengan lembaga-lembaga tersebut sebagai bagian dari jaringan museum ini untuk menyediakan tempat untuk program dan kegiatan bersama. Survei awal dilakukan di Jaffa, Haifa, Nazareth, Acre, Shefaram, Sakhnin, Rama, Yassif kufur, dan Negev.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Halal bi Halal Forum Lingkar Pena Wilayah Jakarta Raya
Tulisan selanjutnya Pembangunan Museum Palestina telan Biaya 15 Juta USD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?