Hidayatullah.com—Sebuah Museum sejarah Palestina akan berdiri di Ramalah. Pendirian Museum ini diharapkan dapat dibuka pada musim gugur 2014, yang menandai selesainya tahap konstruksi pertama.
Ada sekitar 10 juta warga Palestina yang tersebar di empat penjuru dunia. Generasi-generasi Palestina ini lahir, besar, bahkan hingga tua jauh dari tanah air mereka. Sebuah museum baru sekarang dibangun untuk menghubungkan sesama warga Palestina ini, dan menghubungkan mereka dengan budaya, sejarah dan masyarakat Palestina modern dan kontemporer, demikian tulis seorang penulis lepas dari Mesir, Yomna El-Saeed, yang dimuat di OnIslam.net baru-baru ini.
Gagasan “The Palestinian Museum” ini bermula pada tahun 1997, ketika para anggota Dewan Pengawas Asosiasi Kesejahteraan menyadari kebutuhan pendirian museum sejarah modern di Palestina yang didedikasikan untuk melestarikan dan memperingati sejarah Palestina, terutama peristiwa Nakba yang terjadi pada 1948.
Asosiasi Kesejahteraan adalah sebuah LSM yang didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok tokoh bisnis dan intelektual Palestina untuk memberikan bantuan pembangunan dan kemanusiaan.
Mereka bertujuan untuk membantu warga Palestina di Jerusalem termasuk Tepi Barat, Jalur Gaza, Wilayah 1948, serta masyarakat Palestina di Lebanon. Pada 11 April 2013, ketika Asosiasi Kesejahteraan merayakan ulang tahun ke-30 melakukan upacara peletakan batu pertama museum ini di kotapraja Birzeit di Ramallah. Peristiwa penting ini diliput secara luas di media Palestina, Arab dan internasional.
Perubahan-perubahan
Serangkaian perubahan secara konseptual terjadi setelah muncul perkembangan-perkembangan terkini, dan yang paling penting adalah terjadinya peristiwa intifada kedua pada tahun 2000; hal itu mengarah kepada pertimbangan ulang tujuan di balik pendirian museum.
Nama museum kemudian berubah dari “The Palestinian Museum of Memory” menjadi “The Palestinian Museum” yang mencerminkan pergeseran tujuan utama dari mengenang sejarah kepada menghadirkan diri sebagai institusi budaya yang bertindak sebagai agen pemberdayaan dan integrasi untuk warga Palestina di seluruh dunia.
Misi museum ini sekarang menjadi “didedikasikan untuk eksplorasi dan pemahaman tentang budaya, sejarah dan sosial Palestina dan rakyatnya. Sebagai ruang untuk mengumpulkan gabungan yang inovatif dari pameran, penelitian, dan program pendidikan, museum ini adalah tempat untuk inspirasi, dialog, dan refleksi.
Melalui platform digital dan mitra internasional memungkinkan museum ini berhubungan dengan warga Palestina di mana pun mereka berada di dunia ini dan semua pihak yang konsen pada Palestina. Sedangkan tujuan museum ini adalah menghubungkan 10 juta warga Palestina yang tersebar di seluruh dunia.
Museum ini mensurvei lembaga-lembaga dan pusat-pusat kebudayaan di wilayah 1948 sebagai bagian dari upaya museum menuju pembentukan jaringan kemitraan yang efektif di beberapa negara di seluruh dunia. Museum baru ini bertujuan menandatangani perjanjian-perjanjian dengan lembaga-lembaga tersebut sebagai bagian dari jaringan museum ini untuk menyediakan tempat untuk program dan kegiatan bersama. Survei awal dilakukan di Jaffa, Haifa, Nazareth, Acre, Shefaram, Sakhnin, Rama, Yassif kufur, dan Negev.*